
KENDARAAN TEMPUR: Para pelajar berpose di tank leopard yang dipamerkan di Koarmatim, Surabaya.
Eko lantas menunjukkan panel persneling di sisi kanan tempat duduknya. Ada dua pilihan, manual atau matik. Untuk manual, ada tiga gigi. ”Kalau matik, tinggal masukkan ke gigi satu, selanjutnya tancap gas,” ucapnya.
Penjelasan soal perangkat pengemudi dijabarkan Eko sekitar 10 menit. Juga, kondisi mesin mati. Ampun... Cukup panas!
”Mulai berkeringat, kan?” celetuk Eko. Dia lalu menghidupkan mesin dan AC tank tersebut. Tidak lama, suasana di dalam tank mulai sejuk. ”Nah, kalau di tank lain, mungkin lebih panas,” jelas dia.
Saat mesin hidup, suara di dalam tank cukup bising. Itu suara mesin twin turbo V12 MTU MB 873 Ka-501. Empat awak itu selalu menggunakan helm saat mengoperasikan tank. Di helm tersebut, terdapat alat komunikasi internal. Dengan begitu, meski bising, mereka tetap bisa berkoordinasi dengan baik.
Eko kemudian menunjuk kursi di belakangnya. Bentuknya kecil dan pendek. ”Itu kursi penembak,” katannya. Di antara kursi penembak dengan pengemudi, terdapat pembatas yang berupa besi. Mirip kerangkeng. Benda tersebut dipasang agar tubuh penembak tidak sampai terjulur ke ruang kemudi. ”Sebab, saat beroperasi, ruang duduk penembak akan berputar hingga 360 derajat,” jelas Eko.
Juru tembak beraksi sesuai instruksi komandan kendaraan. ”Penembak tidak akan mengambil tindakan tanpa instruksi,” jelas Tri Widodo, penembak.
Selama mengawaki tank tersebut, dia belum pernah meleset dari sasaran. Instruksi dan arah tembakan yang keluar dari komandan kendaraan selalu tepat. Akurasi luncuran amunisi hingga sasaran pun sesuai hitungan. ”Saya sangat merasakan ampuhnya tank ini,” ucap dia.
Komandan kendaraan berada pada tempat duduk menggantung di atas penembak. Pada kondisi aman, biasanya badan komandan kendaraan muncul ke permukaan. ”Kadang muncul dari kepala hingga perut saja,” ujar Serda Tegar.
Tapi, saat perang, jangan pernah bermimpi menunjukkan kepala. Tegar selalu berada di dalam tank. Pandangannya mengandalkan celah dan tampilan kamera. Memang sulit. Tapi, Tegar dibantu radar dan GPS untuk mengetahui posisi tank dan lawan.
Komandan kendaraan memiliki peran selain menginstruksikan penembakan. Yakni memastikan amunisi, rute tank, dan seluruh sistem operasi. Misalnya saat Leopard 2 yang seberat 62,3 ton itu tak bisa lewat medan tertentu. Komandan kendaraan harus mencari rute yang cocok untuk dilewati. ”Tapi, itu hanya persoalan kecil. Secara keseluruhan, tank Leopard mampu melewati segala medan,” ungkap dia.
Minggu (17/9) tank Leopard 2 melayani pejabat tinggi di lingkungan TNI-AL untuk fun ride di kompleks Armatim. Mereka naik di atas tank tersebut. Eko pun menjalankan tank itu sesuai rute yang ditetapkan. Dari Dermaga Ujung Armatim, berlanjut ke pintu keluar penjagaan, putar baik, lalu kembali ke Dermaga Ujung.
Leopard bisa melaju dengan kecepatan 50 kilometer per jam. Entakan juga tidak begitu terasa. Sebab, tank itu menggunakan suspensi pegas batang. Selain itu, kemudi yang menggunakan sistem power steering membuat Eko tetap nyaman. Seolah mengemudikan kendaraan beroda, bukan berantai.
Tank juga menikung dengan mudah. Kekhawatiran bahwa rantai bisa merusak aspal ternyata tidak terbukti. Leopard membuktikan keramahannya terhadap medan aspal. Saat ini unit-unit tank Leopard 2 ditempatkan di Yon Kavaleri 8/2 Beji, Pasuruan. Tank tersebut sering terlibat dalam latihan perang gabungan. Salah satunya latihan di Kepulauan Natuna pada Oktober 2016.
Pada latihan perang itu, Leopard menunjukkan kemampuannya. Ia bisa dipacu hingga 80 kilometer per jam di medan rata. Lalu, di medan terjal, tank tetap mampu melaju pada kecepatan 50 kilometer per jam. Bukan hanya itu, tank yang mangkal di Yon Kavaleri 8/2 itu mampu menembak tepat sasaran pada jarak 8 kilometer.
Keunggulan itulah yang membuat tank Leopard 2 dibanggakan di lingkungan TNI-AD. Maklum, satu tank Leopard bisa membuat lawan merinding. Akurasi tembakan yang cukup tajam membuat susah lawan untuk menghindar. Tapi, jarang yang tahu bahwa kendaraan tempur tersebut hanya dioperatori 4 prajurit.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
