
RIANG: Alputri Anugerah (kiri) dan Alputri Dewi Ningsih di rumah mereka di Garut (22/8).
Alputri Anugerah dan Alputri Dewi Ningsih cerdas dan jarang sakit. Selalu penasaran dengan banyak hal. Termasuk mengajukan pertanyaan yang tak pernah bisa dijawab orang tua: Kenapa tubuh mereka tak sama dengan yang lain?
TAUFIQURRAHMAN, Garut
BANYAK hal yang belakangan membuat si kembar, Alputri Anugerah dan Alputri Dewi Ningsih, penasaran. Apa saja mereka tanyakan. Mulai iklan di TV, biskuit yang dijual di supermarket, sampai lomba Agustusan.
Kedua orang tuanya, Iwan Kurniawan dan Yani, atau anggota keluarga yang lain sebisanya menjawab semua pertanyaan mereka. Kecuali satu pertanyaan: Mengapa tubuh mereka berdua tidak sama dengan ayah, ibu, dan kakak laki-laki mereka, Rizky Ramdani?
”Saya mesti bingung euy, kalau mereka tanya itu,” kata Iwan, sang ayah, di rumahnya di Kampung Padasari, Kabupaten Garut, pada Selasa (22/8).
Anugerah, sang kakak, dan Dewi Ningsih, si adik, terlahir pada 28 Oktober 2013 dempet di bagian dada ke bawah. Menyatu seutuhnya. Dengan dua kaki di bawah dan dua badan di atas. Di antara dua badan itu, ibu mereka, Yani memasangkan popok. Ada sebuah lubang buatan yang berfungsi sebagai jalan buang air.
Anugerah dan Dewi Ningsih punya kepala, paru-paru, dan satu set ginjal masing-masing. Namun, mereka berdua harus berbagi perut dan saluran pencernaan yang sama.
Tapi, keterbatasan itu sama sekali tak pernah menghalangi keceriaan mereka. Saat Jawa Pos mampir ke rumah mereka yang masuk wilayah Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, tersebut, keduanya sedang duduk santai di kursi depan rumah ditemani sang ayah.
Ketika sang ayah bangkit dan mempersilakan Jawa Pos, keduanya juga spontan bangun. Menuruni kursi dan merangkak ke dalam rumah. ”Ada om, ayo masuk ke dalam om,” seru mereka berdua.
Menurut Yani, keduanya tumbuh sehat. Jarang sakit. Juga tidak pernah mengeluh sakit pada bagian-bagian tubuh mereka. Anugerah dan Dewi Ningsih malah terlihat punya kecerdasan di atas rata-rata. Sekali dengar, doa-doa bisa dihafal. Sejauh ini, mereka sudah hafal doa makan, tidur, dan surah Al Ikhlas.
Iwan dan Yani saat ini sedang mempersiapkan keduanya untuk menjalani prosedur medis pemotongan kaki ketiga. Di bagian belakang, di atas pantat, ada dua kaki yang tidak tumbuh secara sempurna. Menggantung begitu saja. Satu lagi malah ada di bawah kulit, hanya berbentuk benjolan. ”Rencananya kaki ini mau dipotong, mengganggu,” kata Iwan.
Dokter juga akan membuatkan saluran buang air yang baru. Sedikit di bawah perut. Dulu keduanya kebanyakan berbaring atau bersandar pada orang dewasa. Kata Yani, sang ibu, belakangan keduanya semakin sering bahu-membahu untuk bangun dan keluyuran di sekitar rumah. Mondar-mandir antara kamar dan ruang tamu. Bahkan memanjat kursi. ”Kadang ngajak main ke tetangga. Nendang bola juga bisa,” ujar Yani.
Anugerah, sang kakak, dan Dewi Ningsih, sang adik, biasanya merangkak untuk berpindah tempat. Dengan dua badan di depan dan dua kaki di belakang. Tak jarang keduanya berselisih.
Ningsih mau ke dapur, Dewi mau ke ruang tamu. Saat itulah mereka biasanya berunding. Bahkan terlibat pertengkaran kecil.
Belum lagi soal makanan, keduanya bisa berebut sengit. Kalau sudah marah, mereka bisa saling menepuk pipi atau malah cakar-cakaran. ”Sering juga berebut pakai baju. Padahal, bajunya sama,” tutur Yani.
Alputri kembar dilahirkan secara spontan di RSUD Kijang, Bintan, Kabupaten Kepulauan Riau. Persiapan persalinan tengah dilakukan saat keduanya keburu mbrojol.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
