Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Agustus 2017 | 16.42 WIB

Cerita Rachmat Aditya Effendy, Kadet US Army Kelahiran Surabaya

ASLI SUROBOYO: Rachmat Aditya Effendy (kanan) bersama Mayor Suyanto, staf pengajar AAL. - Image

ASLI SUROBOYO: Rachmat Aditya Effendy (kanan) bersama Mayor Suyanto, staf pengajar AAL.


Prosesnya cukup mudah. Karena punya paman orang kulit putih, ditambah sudah lima tahun lebih tinggal di sana, Effendy bisa dengan cepat berubah menjadi US citizen pada 2015. ”Paling cuma ikut tes tentang history Amerika, seperti siapa presiden pertama,” terangnya.


Salah satu yang diincar Effendy adalah beasiswa US Army. Beasiswa yang hanya diperuntukkan warga negara Amerika Serikat itu cukup bikin ngiler. Kuliah si penerima beasiswa bakal dibiayai sepenuhnya.


Bagi Effendy, tawaran itu terlalu sayang dilewatkan. Dia tidak perlu lagi pusing soal bayar uang kuliah setiap semester. Tapi, dengan syarat, dia harus menjalani ikatan dinas selama empat tahun setelah lulus kuliah.


”Buat aku, nggak masalah. Kan aku juga keluarga militer,” tutur Effendy. Selain paman, dua kakak laki-lakinya juga ikut US Army. Sementara itu, sepupu Effendy tercatat sebagai anggota Air Force alias Angkatan Udara Amerika Serikat.


Soal risiko menjadi tentara, Effendy mengaku tidak terlalu memikirkan. Tidak pernah tebersit bayangan tentara luka-luka seperti yang sering ditampilkan di film-film aksi. ”Saya malah nggak pernah nonton film aksi tentara begitu,” katanya.


Effendy bercerita, melamar beasiswa US Army susah di awal saja. Mulai pendaftaran hingga persyaratan yang harus dipenuhi. Tapi ketika memasuki tes, jalan Effendy tidak begitu terjal.


Berbeda dengan akademi militer di Indonesia, beasiswa US Army di Amerika Serikat tidak seperti madu yang dikerubungi lebah. Sebab, tidak banyak orang yang mau masuk militer. Karena itu, Effendy yang berkacamata pun bisa lolos dan mendapatkan beasiswa.


”Saya juga sebenarnya nggak bisa renang,” akunya. Selama tes, penilaiannya diambil dari kegiatan fisik seperti push-up, sit-up, dan lari.


Pelatihan fisik yang lebih serius baru dia dapat ketika memasuki masa kuliah. Dalam seminggu, dia melakukan latihan fisik dan kelas militer selama tiga hari. Senin hingga Rabu.


Dia juga mengikuti kegiatan-kegiatan kadet US Army. Misalnya, yang baru diikutinya beberapa minggu lalu ketika kadet-kadet muda Negeri Paman Sam berkunjung ke Indonesia. Agenda utamanya adalah seminar internasional, mempererat hubungan US Army dengan TNI sejak kadet-kadetnya masih dini.


Saat ini, Effendy tercatat mahasiswa di McDaniel College, Maryland. Dia mengambil konsentrasi studi mechanical engineer dan memasuki tahun kedua. Sejatinya, Effendy ingin mengambil jurusan fisika. Pelajaran favoritnya selama di SMP dan SMA. Tetapi, universitasnya itu tidak menyediakan program fisika. ”Mechanical engineering masih ada hubungannya lah,” ucapnya.


Setelah menuntaskan masa pendidikannya, Effendy akan menjalani empat tahun masa dinas di US Army. Sejak awal, dia mengincar bidang mechanical engineering militer di Texas. Effendy sengaja memilih kampung halaman koboi itu karena di Maryland tidak ada bidang pekerjaan mekanik untuk lingkungan militer.


Belum juga lulus dari McDaniel, Effendy ternyata sudah mendapat tawaran lain. Ayah salah seorang temannya bekerja di National Aeronautics and Space Administration (NASA) Maryland. Nah, kawannya itu kemudian menawari Effendy untuk menjadi electrical engineer di sana.


Tawaran itu tidak langsung dia terima. ”Nggak terlalu ingin, kan nanti dinasnya enggak di Maryland,” terangnya. Namun, jika masa tugas militernya selesai dan masih diberi kesempatan, Effendy ingin juga mencoba bekerja di lembaga luar angkasa tersohor itu.


Menjadi US citizen maupun kadet US Army ternyata tidak benar-benar membuatnya lupa akan Indonesia. Effendy sengaja mendaftarkan diri ke program seminar internasional dengan Akademi Angkatan Laut (AAL) agar bisa mampir lagi ke tanah kelahirannya.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore