
TERMUDA: Dita Oktavianasari saat dinobatkan sebagai polisi termuda.
Menjadi polisi adalah cita-citanya sejak kecil. Bripda Dita Oktavianasari mendapat apresiasi sebagai polisi sekaligus polisi wanita (polwan) termuda di Polres Blitar Kota.
M. SUBCHAN ABDULLAH, Blitar
SENYUM semringah terpancar di wajah Bripda Dita Oktavianasari pada Senin (10/7). Namanya disebut saat pelaksanaan upacara peringatan HUT Polri Ke-71 di Mapolres Blitar Kota.
Dia dipanggil bukan karena suatu pelanggaran, tapi karena penghargaan yang diberikan langsung oleh Kapolres Blitar Kota AKBP Heru Agung Nugroho. Gadis 20 tahun itu menjadi polwan termuda di antara polwan maupun polisi laki-laki di lingkup Polres Blitar Kota.
Usia yang masih tergolong anak muda dan doyan nongkrong dan atau main-main bersama teman sebaya itu harus diabdikan untuk kepentingan negara.
”Daftar polisi karena memang sudah cita-cita dari kecil,” ungkap Bripda Dita Oktavianasari, Sabtu (15/7).
Di antara polwan yang lain di lingkup polres, Dita memang termuda. Dia lahir pada 1997 atau masih 20 tahun. Sedangkan rekan-rekan seangkatannya yang menempuh pendidikan sama lahir pada 1996. Kondisi itu diketahuinya sejak menempuh pendidikan polisi hingga berdinas di polres.
”Sama saja. Dari awal masuk yang paling muda saya,” ujar alumnus Pusat Pendidikan (Pusdik) Binmas Polri Banyubiru, Semarang, Jawa Tengah, 2016 itu.
Dari sisi pendidikan, ternyata dara kelahiran 28 Oktober tersebut merupakan siswa akselerasi. ”Waktu di SMAN 1 Blitar ikut program akselerasi. Jadi cepat satu tahun lulusnya,” lanjut alumnus SMAN 1 Blitar itu. Di Semarang, dia menempuh pendidikan selama tujuh bulan.
Terlahir dari keluarga polisi, mulai bapak hingga kakak, semakin mendorong Dita untuk giat belajar. Sebab, menurut dia, menjadi seorang polisi tidaklah mudah.
”Nggak semua bisa jadi polisi. Untuk masuk daftar menjadi polisi penuh perjuangan. Perjuangan yang positif,” terangnya.
Masuk dan menempuh pendidikan polisi itu menjadi kebanggaan tersendiri. Hingga kini, Dita bisa berdinas dan terjun langsung untuk melayani masyarakat.
Saat ini anak kedua di antara dua bersaudara itu bertugas di Satuan Sabhara (Satsabhara) Polres Blitar Kota. Tugasnya bukanlah yang sering pegang senjata, melainkan di balik layar. ”Sebagai staf,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, banyak pengalaman yang didapatkan sebagai polisi. Banyak pula suka dan duka yang harus dijalani selama bertugas. Tentunya, banyak pengalaman penting yang didapatkan saat teman sebayanya tidak mendapatkan.
”Banyak mengenal orang penting. Belajar ini itu,” ujar Dita yang tinggal di Jalan Soedanco Harjono, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
