
Pasangan Slamet (16) dan Rohaya (71) saat menyempatkan diri datang ke Gedung Graha Pena, Palembang.
JawaPos.com - Dua sejoli beda usia Slamet Riyadi (16) dan sang istri, Rohaya (71) benar-benar fenomenal. Kisah cinta keduanya bak magnet bagi siapapun. kemarin (13/7), pasangan ini bertolak ke Palembang, setelah menghadiri talkshow “Hitam Putih” di Trans7 yang dipandu mentalis Dedy Corbuzier dan co-host Chika Jessica di Jakarta.
Sebelum pulang ke desa Karangendah, Kecamatan Lengkiti, OKU, pasangan viral yang menikah pada Minggu (2/7) lalu, menyempatkan diri ke Graha Pena Sumatera Ekspres. Mereka turun dari mobil Toyota Avanza warna Merah BG 1327 UB.
Keduanya ditemani 2 perangkat desa mereka. Yaitu kadus 01 Widyawati (45) dan ketua RT 01 Siswoyo (44). Serta satu pemandu selama berada di Palembang dan Jakarta, Raja Adil Siregar (24).
Tiba di Graha Pena, Slamet yang mengenakan kaos oblong Abu-Abu dan Rohaya yang mengenakan kebaya Ungu plus kerudung terlilit di leher, awalnya sama-sama terlihat santai. Namun, keduanya sedikit kaget ketika banyak yang heboh dan ingin foto bersama.
Keduanya bak selebriti. “Boleh foto, tapi jangan cubit,” ujar Rohaya sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Jumat (14/7).
Kata Slamet, dirinya makin “enjoy” sejak menikah dengan Rohaya. Meski terpaut perbedaan usia 55 tahun, Slamet mengaku sangat menyayangi sang istri yang dipanggilnya “bunda” tersebut.
Katanya, kalau sudah menikah, pasti sayanglah. Dirinya mengaku tidak tertarik dengan wanita lain yang lebih muda. “Saya lebih cinta Bunda dan harus setia. Kalau ada siapapun yang mau pisahkan saya dari Bunda, saya mau minum racun serangga, ” kata Slamet.
Ucapan Slamet langsung ditimpali Rohaya. “Kalau Mas Slamet tidak setia, aku lari,”ujarnya. Para kru Sumatera Ekspres Group yang hadir menyambut Slamet-Rohaya, spontan berujar, So Sweet..!
Suasana makin heboh ketika pasangan ini berbicara tentang “malam pertama”. Banyak yang penasaran karena keduanya memberi jawaban berbeda. Kata Slamet, dirinya sudah mencampuri sang Bunda di malam pertama. Tapi, Rohaya justru berkata lain. “Belum ah. Lagi kosong,” ujarnya tersipu.
Slamet berkeinginan punya anak dari Rohaya. Tapi, tidak banyak-banyak. Hanya satu saja. Bahkan, Slamet sudah menyiapkan namanya. Kalau anaknyo cowok namanya Andre Maulana. Kalau cewek dikasih nama Putri Permata Sari. “Kalau tidak bisa, mau adopsi saja,” ucapnya.
Ia juga bercerita tentang honeymoon-nya bersama sang Bunda di Monumen Nasional (Monas). Dia mengaku tidak sampai ke pelataran atas. Tapi, hanya pelataran bawah. Saking kagumnya dengan Monas, Slamet sempat kesasar dan membuat rombongan kelabakan karena terpisah. “Saya sangat enjoy di Monas. Anginnya segar dan menyejukkan hati,” katanya.
Lebih dari 1,5 jam Slamet dan Rohaya berada di Graha Pena. Sesaat sebelum bertolak ke OKU, ternyata masih banyak yang “menyerbu” mereka untuk minta foto bersama. Meski terlihat lelah, keduanya tetap melayani permintaan foto bersama.
Keduanya pun tidak malu-malu umbar kemesraan. Setiap fose, Rohaya selalu menyandarkan kepalanya ke bahu Slamet. Sementara Slamet, juga terlihat enjoy menggenggam tangan sang Bunda. “Terima kasih semuanya,” kata Rohaya dan Slamet dari dalam mobil. (vis/nas/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
