Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Mei 2017 | 23.51 WIB

Mengunjungi Situs Megalitikum Makam Batu Para Raja Sidabutar di Samosir

TETENGER SEJARAH: Juru kunci Bikner Sidabutar tengah meletakkan sesaji di atas makam Raja OP Ni Ujung Barita Sidabutar, raja kedua marga Sidabutar di Samosir. - Image

TETENGER SEJARAH: Juru kunci Bikner Sidabutar tengah meletakkan sesaji di atas makam Raja OP Ni Ujung Barita Sidabutar, raja kedua marga Sidabutar di Samosir.


Makam-makam batu di Kabupaten Samosir ini bukan sekadar tetenger dan tempat wisata. Makam Batu Sidabutar itu adalah peninggalan masa megalitikum yang kaya nilai sejarah. Ia juga menyimpan petuah hidup abadi: keharmonisan.





EDI SUSILO, Samosir





MAKAM batu itu berada di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Sesuai dengan namanya, kabupaten tersebut terletak di Pulau Samosir, pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba. Pulau vulkanis yang terbentuk karena letusan gunung purba sehingga menghasilkan danau sepanjang 100 kilometer dengan lebar 30 kilometer. Danau paling gede di Asia Tenggara.



Untuk menuju ke sana, cukup mudah. Naik saja kapal dari Parapat. Ada beberapa operator kapal, termasuk feri, yang melayani penyeberangan dari kota di sisi timur Danau Toba tersebut. Tarifnya cukup murah. Hari itu, Kamis (27/4), Jawa Pos hanya mengeluarkan duit Rp 8 ribu untuk naik kapal milik Tomok Tour.



Kapal tersebut berisi 8 penumpang. Sebab, bukan hari libur. Bila hari libur, kapal bisa terisi 20–25 penumpang sekali jalan. Pagi itu, perjalanan memakan waktu 45 menit. Cuaca cukup asyik. Air Danau Toba yang berwarna hijau pekat tak menghasilkan gelombang. Mulus.



Makam Batu Sidabutar hanya berjarak sekitar 200 meter dari Pelabuhan Tomok. Sepanjang perjalanan menuju makam, ada ratusan kios yang menjual aneka barang khas Samosir. Ada gelang, kaus, daster, hingga aneka ulos atau kain tenun. Motifnya beragam. Semua berderet rapi, bergelantungan. Menggoda siapa pun yang lewat.



Dan wajah areal makam itu langsung menyembul saat deretan pasar wisata tersebut habis. Ada tembok batu sekitar 3 meter yang mengelilingi pemakaman. Warna tembok tampak menghitam. Beberapa bagian penuh dengan lumut. Terasa betul bahwa ia sudah setua sejarah.



Pemakaman itu berukuran sekitar 10 x 10 meter. Bentuknya persegi empat. Tapi tak sempurna. Ada dua gapura yang terletak saling berseberangan. Ada kepercayaan, pengunjung yang masuk melalui satu pintu harus pulang melalui pintu yang lain.



Untuk masuk ke makam, setiap pengunjung wajib mengenakan kain ulos yang disediakan penunggu makam di pintu gapura. Tidak ada aturan khusus untuk memakainya. Cukup diselempangkan di pundak, pengunjung bisa langsung masuk.



Hari itu, suasana terlihat ramai. Penuh pengunjung. Mereka duduk berdempetan menghadap ke makam. Sembari bersiap mendengarkan riwayat para penghuni makam. Ada seorang pemandu yang sudah fasih menceritakan kisah tersebut.



Sebanyak 13 makam memenuhi kompleks itu. Mereka tersusun atas dua baris. Baris pertama berisi tujuh makam. Di baris kedua ada enam makam yang ukurannya relatif sama.



Meski begitu, jasad yang disemayamkan di masing-masing peti makam bisa jadi lebih banyak jumlahnya. Sebab, di dalam satu makam terdapat beberapa keluarga yang dikuburkan dalam satu liang.



Memang, kompleks makam Sidabutar ’’baru’’ berusia sekitar tiga abad. Tapi, ia memiliki ciri khas megalitikum yang kuat. Peninggalannya adalah batu-batu besar. Termasuk batu utuh yang menjadi tempat persemayaman jenazah.



Batu bagian bawah berbentuk persegi panjang dengan cekungan di dalamnya. Mirip bathtub. Namanya sarkofagus. Sedangkan batu penutupnya dipahat mirip atap rumah bolon. Rumah khas Batak.



Karena itu, jenazah tidak dikubur, melainkan disimpan di dalam peti yang diletakkan di tanah. Lantaran usia, batu-batu besar itu lama-kelamaan terpendam sedikit. Penguburan dengan cara meletakkan jasad langsung ke dalam peti tanpa harus dikuburkan dulu itu juga masih diterapkan sebagian besar masyarakat Samosir hingga kini.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore