
BUGARKAN TAMU ALLAH: Ameed, trainer, di ruang fitness khusus perempuan di Raffles Makkah Palace.
Ibadah haji maupun umrah memang menguras energi. Ada pilihan untuk menge-charge-nya. Selain asupan makanan yang orang Arab bilang ''lazeez'', hotel-hotel luxurious di seputar Masjidilharam menyiapkan fasilitas spa dan pijat untuk memulihkan kebugaran para tamu Allah itu.
AMRI HUSNIATI, Makkah
---
SAAT urat kaki kaku setelah tawaf (memutari Kakbah tujuh kali), disambung sai (jalan dan lari-lari kecil dari Bukit Safa ke Marwa, juga tujuh kali), sungguh enak bila dilanjutkan dengan terapi pijat. Mau diurut dengan menggunakan balsam, minyak aroma terapi, atau param kocok sekalipun, tinggal pilih.
Nah, kebutuhan khusus jamaah umrah/haji untuk menjaga kebugaran itu sangat disadari manajemen hotel eksklusif di sekitar Masjidilharam. Di Makkah Clock Royal Tower, A Fairmont Hotel, misalnya. Hunian sewa berbintang lima plus itu menyediakan ruangan untuk spa/pijat Ada yang privat, seperti di lantai R1-R5 untuk tamu VVIP, ada pula yang bisa dimanfaatkan untuk tamu umum. Tamu yang menginap di hotel dengan 1.618 kamar dan suite itu bisa menjajalnya. "Tamu di royal room tak perlu turun ke lantai lain," jelas Hossam Morsi, senior head butler Makkah Clock Royal Tower, A Fairmont Hotel.
Untuk merasakan sentuhan terapis tersebut, manajemen menyediakan kamar khusus dengan pelayanan standar spa internasional. Tentu saja, terapis yang menangani profesional dan menghindari perbuatan maksiat. Di Makkah, segala sesuatu yang membuka celah kemaksiatan sangat dilarang. Kesucian Makkah sebagai Baitullah atau rumah Allah dipertahankan dengan segala cara.
Pusat kebugaran untuk kaum adam dan hawa diletakkan di sisi hotel yang berbeda. Juga di lantai yang berlainan. Untuk tamu perempuan, staf hotel yang meng-handle juga perempuan. Mereka berasal dari berbagai negara. Begitu pula dengan spa untuk laki-laki.
Selain pijat, untuk mengusir kepenatan, tamu bisa merasakan jacuzzi, sauna, atau fitness. Untuk jacuzzi, misalnya, pihak hotel memberikan keterangan tertulis secara detail, mulai berapa kadar klorin air yang dipergunakan hingga suhunya.
Sedangkan untuk pijat, tamu bisa request lama yang diinginkan. "Boleh pijat kaki saja atau seluruh badan. Kalau sudah dipijat dan segar kembali, ibadah jadi makin semangat," imbuh Ziad Al Hdaithat, group assisstant communication manager.
Spa untuk para tamu Allah juga ada di Raffles Makkah Palace yang masih satu kompleks dengan Makkah Clock Royal Tower. Hanya, yang membedakan, di Raffles ada ice fountain.
Di antara sejumlah terapis yang dimiliki hotel berbintang lima dengan konsep boutique itu, ada wajah-wajah Asia, termasuk dari Indonesia. Di antaranya, Wahyu dan Hari. Wahyu dari Bogor dan Hari dari Tulungagung. Dua terapis itu menjadi anak buah Eddy Waluyo, manajer spa Raffles Makkah Palace.
Lantaran yang memimpin di ruang spa orang Indonesia, dia memasukkan unsur spa ala Nusantara yang dikombinasikan dengan gaya internasional. Misalnya, di lobi ruang spa ada hiasan kipas-kipas batik. Juga, rempah-rempah warna-warni di mangkuk yang ditata rapi di lemari hias bertingkat dari kayu. Terlihat eksotis.
"Kipas itu saya beli di Jogja," tutur pria murah senyum tersebut.
Agar tak penasaran dengan pelayanan spa untuk tamu VVIP, saya dan rombongan dari Indonesia menjajalnya. Di ruang spa perempuan, dua perempuan berhijab lengkap dengan cadar hitam menutup wajah menyambut hangat. Kami tidak langsung diminta ganti baju. Namun, dimanjakan dulu dengan minuman pilihan plus kurma berbalur cokelat. Hmmm...mantap.
Setelah itu, barulah kami diminta untuk ganti baju khusus untuk spa. Begitu pula sang terapis perempuan. Mereka melepas abaya serta hijabnya dan berganti kostum dengan T-shirt untuk mengesankan santai. Mereka juga memakai sepatu kets. Seperti yang diperlihatkan Ameed, trainer gym Raffles Makkah Palace, ketika bertugas.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
