Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 April 2017 | 18.01 WIB

Tatkala Cinta Merekah di Usia Senja

SEJOLI : Ajip Rosidi dan Nani Wijaya seusai mengucap janji suci di Masjid Sang Cipta Rasa, Keraton Kasepuhan Cirebon. - Image

SEJOLI : Ajip Rosidi dan Nani Wijaya seusai mengucap janji suci di Masjid Sang Cipta Rasa, Keraton Kasepuhan Cirebon.



Nani mengakui, pada awalnya rencana pernikahan tersebut sempat dipertanyakan anak-anaknya. Penyebabnya, usia keduanya tidak lagi muda. Namun, setelah dijelaskan bahwa keduanya membutuhkan teman satu sama lain, restu dari anak-anaknya pun datang.



Menurut Nani, menikah di usia yang tua bukan hal yang mudah karena tidak lumrah di masyarakat. Sempat tersirat sedikit rasa malu. Bahkan, dia merasa bahwa pernikahan keduanya itu jauh lebih mendebarkan daripada yang pertama. ”Ini lebih deg-degan dari yang pertama lho,” ungkapnya, lantas tertawa.



Saat ditanya soal rencana bulan madu, dengan raut tersipu Nani tidak membantah. Meski bukan lagi anak muda, dia menilai kakek-nenek pun berhak menikmati bulan madu. ”Memangnya cinta terbatas ke anak muda saja?” ujarnya, berkelakar. Sayang, Nani menutup rapat-rapat soal ke mana bulan madunya.



Setelah melangsungkan pernikahan, Ajip berencana membawa Nani ke kediamannya di Pabelan, Magelang, Jawa Tengah. Di rumah yang berada di persawahan itu, dia ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Nani. Tentu dengan melanjutkan aktivitasnya sebagai seniman.



Meski demikian, dia menegaskan tidak melarang istrinya untuk beraktivitas sesuai profesi sebagai aktris. Namun, dia mengisyaratkan kemungkinan intensitas yang lebih sedikit.”Tapi, saya tetap akan mengingatkan untuk memperhatikan keluarga,” terangnya.



Salah seorang anak Nani, Cahya Kamila, mengaku senang dengan apa yang telah diraih sang bunda kemarin. Apalagi, ibunya tampak bahagia, bisa kembali menemukan pasangan hidup di masa tua.



Cahya tak menampik bahwa dirinya dan saudaranya yang lain sempat kaget dengan rencana pernikahan tersebut, mengingat usia Nani yang sepuh. Namun, karena Ajip dikenal baik dan bisa membuat sang ibu ceria, mereka luluh. ”Ternyata membawa dampak positif buat ibu, kebahagiaan lahir dan batin. Mudah-mudahan menyehatkan ibu,” tuturnya.



Namun, dia berharap pernikahan itu tidak berujung lahirnya adik baru untuknya. Di usia yang sudah tidak muda, tujuan pernikahan sejak awal hanya mencari pendamping di hari tua.”Bukan untuk mendapatkan momongan lagi, tapi kita nggak ada yang tahu ya. Tujuan menikah ini adalah menjadi teman hidup, ngobrol, gitu aja,” kata anak ketiga Nani itu.



Sementara itu, Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyebut kisah Nani dan Ajip bisa menjadi contoh bagi para pemuda, khususnya di Cirebon, bahwa sikap saling menyayangi harus terus dipupuk tanpa terbatasi usia. (*/c11/owi)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore