
JEBOL: Juhdi saat menjadi komandan upacara di SDN Sindanglaya. Simpati berdatangan. Dia mencoba sepatu baru di salah satu toko sepatu di Kota Cianjur.
Juhdi, 13, akhirnya memiliki sepatu baru. Siswa kelas VI SD Negeri Sindanglaya, Cianjur, itu menuai perhatian setelah fotonya yang memakai sepatu hitam menganga pada bagian kaki kiri memviral di media sosial.
HERLAN HERYADIE, Cianjur
---
SESAAT setelah diposting di Facebook, sejumlah akun berbondong-bondong berebut untuk memberikan sepatu untuk Juhdi. Tak tanggung-tanggung, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Cianjur pun berniat untuk memberikan sepatu baru.
Namun, berdasarkan penuturan Juhdi, hingga Selasa (7/3) siang belum ada yang memberikan sepatu gres. Bocah pendiam yang gemar bermain sepak bola itu pun sempat mendatangi kantor Radar Cianjur (Jawa Pos Group) di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur.
Dia diantar gurunya, Basuni dan Eddy Kusnaddy. Juhdi yang pemalu sempat mengaku, ia tidak memiliki sepatu untuk ke sekolah. Alhasil, Juhdi terpaksa meminjam dari saudaranya, Abu Bakar, 11. "Sepatu pinjam punya Abu soalnya tidak punya sepatu lagi," singkat Juhdi dengan suara lirih.
Abu tak lain adalah paman Juhdi yang usianya tak jauh berbeda. Juhdi masih duduk di bangku kelas VI sementara Abu kelas IV. Meski tak seberuntung siswa lain yang bisa minta sepatu baru pada orangtuanya, Juhdi lebih memilih untuk tetap hidup sederhana meski harus bersekolah mengenakan sepatu menganga.
Ya. kesahajaan memang lekat dengan Juhdi. Pulang sekolah, dia sering bermain ke kebun dekat rumahnya di Kampung Padajaya RT05/RW04 Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas.. Istilah bermain versi Juhdi sangat berbeda dengan anak seusianya. Tak sekadar bermain, ia kerap bermain di kebun dekat rumah.
Sepulang bermain, Juhdi membawa setumpuk kayu bakar yang berhasil ia kumpulkan sambil bermain. Kayu bakar itu pula yang tetap membuat dapur ngebul saat di rumah tak ada uang untuk membeli gas.
Rumahnya nan sederhana hanya berjarak sekitar tujuh kilometer dari Istana Cipanas. Di hunian itu, Juhdi tinggal bersama sang ayah, Ali, 35, nenek Eha, 50, dan beberapa anggota keluarga lain. Setiap hari, Juhdi menempuh perjalanan sekitar dua kilometer dari rumah menuju sekolah. Jarak itu setiap hari ditempuh dengan berjalan kaki dengan memakan waktu sekitar 30 menit.
Sang guru, Basuni, mengakui Juhdi merupakan sosok pendiam di kelas. Namun demikian, Juhdi terbilang rajin, sampai-sampai Juhdi kerap dipercaya menjadi komandan Upacara Bendera setiap hari Senin. "Juhdi tidak pernah macam-macam, anaknya pendiam. Dia kebetulan paling senang ikut baris-berbaris. Cita-cita dia mau jadi TNI," kata Basuni.
Saat berada di Kantor Radar Cianjur, Basuni dan Eddy mendapat telepon dari banyak orang yang simpati ingin membelikan sepatu Juhdi. "Yang barusan telepon dari UPK Kecamatan Karangtengah. Sekarang Juhdi terkenal dengan sebutan sepatu viral," tambah sang pengunggah foto di facebook, Eddy.
Sepatu baru yang kini dimiliki Juhdi merupakan hadiah dari General Manager (GM) sekaligus Pemimpin Redaksi (Pemred) Radar Cianjur, Faisal Hilmi. Faisal menyebut, semangat dan kesederhanaan Juhdi sangat patut diacungi jempol. Hal itu pula yang membuat hatinya tergerak untuk ikut membantu Juhdi. Faisal mengaku, setelah Radar Cianjur memberitakan Juhdi sang siswa bersepatu menganga, banyak pihak yang ikut tergerak pula ingin memberi bantuan.
"Jadi, kita sama-sama berlomba jadi yang terdepan dalam kebaikan. Meski tak seberapa, semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat untuk Juhdi. Mudah-mudahan juga, semangat dan kesederhanaan Juhdi bisa menjadi contoh untuk siswa lainnya agar lebih semangat lagi bersekolah," tandas Faisal.
Setelah memiliki sepatu baru, sepatu lama Juhdi yang sudah menganga itu tidak akan ia buang. Sebaliknya, sepatu tersebut akan disimpan di sekolah sebagai kenang-kenangan sebagai saksi bahwa Juhdi, calon prajurit TNI masa depan pernah bersekolah di SD Negeri Sindanglaya. (*/ami)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
