Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Maret 2017 | 00.56 WIB

Tiga Bersaudara Kantongi Segudang Prestasi, Tua Pentingkan Proses daripada Hasil

BUKTI PRESTASI: Dari kiri, Michela Vieri, Juan Carlo Vieri, dan Sergio Vieri menunjukkan sejumlah piala dan medali yang mereka raih dalam berbagai ajang. - Image

BUKTI PRESTASI: Dari kiri, Michela Vieri, Juan Carlo Vieri, dan Sergio Vieri menunjukkan sejumlah piala dan medali yang mereka raih dalam berbagai ajang.

Tiga bersaudara ini punya keistimewaan tersendiri. Sejak kecil jago main piano. Banyak medali di bidang sains yang diraihnya. Bukan hanya dari kancah lokal, melainkan juga penghargaan internasional.



PUJI TYASARI



GAYA bicaranya tenang. Bahkan, lemah lembut. Namun, siapa sangka segudang prestasi sudah diraihnya. Dia adalah Sergio Vieri. Dia merupakan sulung di antara tiga bersaudara itu. Sergio merupakan pelajar kelas XII IPA SMA Intan Permata Hati (IPH) Surabaya.


Sejak duduk di bangku TK, Sergio dikenalkan pada piano. Sergio pun menyukainya. Bahkan, dia sering menjuarai lomba piano, ikut konser, dan ujian piano. Pernah juga, dia mendapat highest score pada ujian piano The Associated Board of The Royal Schools of Music (ABRSM) Grade 3.


Laki-laki yang berulang tahun pada 5 Februari tersebut juga pernah juara lomba piano duet bersama adiknya. Apalagi, saat itu jurinya berasal dari Prancis. Bagi Sergio, itu adalah salah satu pengalaman berkesan dalam hidupnya.


Selain itu, laki-laki yang sering juara lomba matematika tersebut menjuarai lomba renang tingkat klub. Satu hal yang sangat disukainya adalah programming. Sergio mengaku menyukai programming sejak duduk di bangku SD. Bisa jadi karena sering melihat papanya yang merupakan seorang programmer dan kerap berkutat dengan komputer.


Bahkan, minat itu mengantarkan Sergio pada berbagai lomba programming tingkat internasional. Di antaranya, 28th International Olympiad in Informatics (IOI) pada Agustus 2016 di Kazan, Rusia. Konon, IOI merupakan lomba programming tingkat SMA level internasional yang tertinggi di dunia.


Minat tersebut juga menggelitik Sergio untuk membuat program aplikasi. Berbagai aplikasi pun sudah dibuatnya, termasuk game. Bahkan, salah satu aplikasi buatan Sergio kini tembus ke Google PlayStore. Yakni, Camera Watch. ”Itu untuk mengukur waktu benda bergerak,” kata Sergio.


Menurut dia, perhitungan waktu benda yang bergerak terkadang tidak akurat. Laki-laki yang pernah magang di Microsoft Indonesia saat kelas X itu punya cara tersendiri. Caranya merekam. ”Lalu, dihitung waktunya,” tuturnya.


Ide membuat Camera Watch berawal saat percobaan di sekolah. Saat itu, dia perlu mengukur waktu pendulum yang bergerak. Namun, mengukur waktu ayunan bandul tersebut susah. Muncullah ide untuk merekamnya. Dengan demikian, bisa dihitung waktunya. Sejak diluncurkan pada Januari lalu, aplikasi buatan Sergio itu sudah diunduh di lebih dari sepuluh negara di dunia.


Sang adik, MichelaVieri, juga tidak kalah oleh sang kakak. Perempuan kelahiran Surabaya, 30 Maret 2001, itu kini duduk di bangku kelas X IPA di sekolah yang sama dengan sang kakak. Sejak TK dia sering menjuarai lomba piano dan ikut konser. Bahkan, Michela meraih hasil distinction dari grade 1–8 ABRSM pada saat ujian piano.


Selain piano, Michela hobi bermain biola. Pada waktu luang, Michela suka menggambar. Sudah banyak hasil karya gambar yang menjadi koleksinya. Bahkan, dari hobinya itu, Michela pernah menjuarai sebuah lomba mural. Dia juga suka membuat sesuatu yang membutuhkan kreativitas seperti mendesain di software 3D.


Perempuan yang suka membuat kue itu juga punya ketertarikan di bidang matematika dan komputer. Dia pernah ikut serta dalam International Competitions and Assessment for Schools (ICAS), The University of New South Wales (UNSW) Australia. Pada awal Februari lalu, dia juga meraih jawara dalam kompetisi ide science yang diselenggarakan Indonesia International Institute of Life Science (i3L).


Si bungsu, Juan Carlo Vieri, menorehkan prestasi yang tidak kalah membanggakan. Meski masih duduk di bangku kelas VI SD Intan Permata Hati (IPH), kemampuannya bermain piano juga tak kalah oleh sang kakak. Berbeda dengan kedua kakaknya, Juan memiliki talenta di bidang sastra.


Sejak TK dia sering menjuarai lomba di sekolah seperti membaca puisi, bercerita, presentasi, dan drama. Laki-laki yang lahir pada 12 November 2005 itu tampaknya suka tampil di panggung. Juan memang terinspirasi kedua kakaknya yang mempunyai banyak prestasi.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore