
MENANTI MENANTU: Sunasih di rumahnya yang sangat sederhana. Di rumah itulah, kini Sri Rabitah tinggal bersama mertuanya. Sedangkan suaminya merantau ke Malaysia.
Sri pun mengakui bahwa dirinya pernah menjalani prosedur medis saat menjadi TKW di Qatar. Dia berangkat ke negara kaya minyak tersebut pada Juni 2014 dan kembali ke tanah air pada 18 Agustus tahun yang sama.
Dia diduga menjadi korban agenci TKI yang tidak bertanggung jawab. Sebab, semula, tujuan kerja Sri sebenarnya ke Abu Dhabi, tapi kemudian dialihkan ke Qatar. Di Qatar, dia langsung mendapat majikan. Namun, dia hanya lima hari bekerja di rumah majikannya itu. Selanjutnya, Sri disuruh bekerja di rumah ibu majikannya tersebut.
Nah, pada hari kedua di rumah ibu si majikan itulah, menurut pengakuan Sri, tiba-tiba dirinya diajak pergi ke RS Hamad, Qatar. Alasan si majikan adalah Sri harus menjalani cek medis. "Saya ikut saja karena saya pikir itu syarat jadi TKW di Qatar," katanya.
Sesampai di RS, Sri mengaku cek medisnya tidak lazim. "Saya diperlakukan seperti orang yang akan menjalani operasi. Saya disuruh puasa dulu dan sebagainya," kata Sri.
Seingat Sri, dirinya dioperasi pada 6 Agustus 2014. "Saya dimasukkan di ruang operasi mulai pukul 06.00 dan baru terbangun pukul 06.00 besok paginya," kata ibu satu anak itu. "Sebelum dioperasi, pinggang kanan saya ditandai silang," tambahnya.
Sri menyatakan tidak tahu persis saat itu apakah dirinya dibius selama 12 jam atau 24 jam. Dia mengaku kala itu orientasi waktunya jadi kacau.
Yang jelas, setelah siuman, dia merasakan kesakitan yang luar biasa di pinggang kanan. Ada bekas pembedahan di perut sisi kanannya tersebut. "Tapi, setelah itu, saya dibawa ke sebuah ruangan. Anehnya, keluar dari ruangan tersebut, bekas luka tersebut langsung hilang," tuturnya.
Pascaoperasi, kondisi Sri terus melemah. Dia sering sakit-sakitan. Akibatnya, dia beberapa kali pindah majikan dan akhirnya dipulangkan ke Indonesia oleh agensinya. Sepulang ke tanah air, sakit Sri rupanya belum sembuh juga. Bahkan sampai menikah, mempunyai anak, tiga tahun kemudian (Februari 2017), penyakit Sri makin parah. Hal tersebutlah yang kemudian membuat Sri curiga bahwa saat di Qatar itulah dirinya menjadi korban sindikat pencurian organ tubuh. Benarkah?
Setelah kasusnya mencuat ke permukaan, bukan solusi yang didapat Sri. Tapi, justru kerumitan-kerumitan yang ditemui. Hidupnya jadi tambah merana. Apalagi, kemudian diketahui bahwa ginjal kanan yang selama ini dikabarkan telah "dicuri" ternyata masih ada. Artinya, dua ginjal Sri masih utuh.
"Cortex-nya masih berfungsi. Hanya seberapa berfungsinya perlu pemeriksaan lebih lanjut," kata dr Solikin, juru bicara RSUP NTB, ketika dimintai konfirmasi.
Namun, Solikin menyatakan, pihaknya tak bisa lagi memeriksa Sri karena istri Harpan Jaya itu menolak diperiksa di RSUP NTB. Pada 1 Maret lalu Sri keluar dari RSUP NTB dan pindah ke RS Biomedika.
Kaus Sri Rabitah pun menjadi simpang siur dan banyak spekulasi yang beredar. Di antaranya, kecurigaan mengenai penggantian organ tubuh Sri secara ilegal. Yakni, ginjal Sri yang sehat diambil dan diganti ginjal yang rusak. Itu mungkin dilakukan saat Sri dioperasi di Qatar.
Muncul pula teori konspirasi bahwa pihak RSUP telah menyembunyikan "sesuatu" terkait kasus Sri. Apalagi, belakangan muncul ancaman-ancaman terhadap Sri. Di antaranya, pesan WhatsApp dari orang tak dikenal yang meminta Sri untuk tidak membesar-besarkan kasus yang menimpanya.
Juga, ada permintaan orang tak dikenal kepada Amak Kariyah, bapak mertua Sri. Amak mengatakan bahwa dirinya diiming-imingi Rp 10 juta untuk menyatakan bahwa menantunya kurang waras. "Jangankan Rp 10 juta, Rp 1 miliar saja saya menolak. Saya hanya ingin keadilan (untuk menantu saya, Red)."
Semua itu menimbulkan tanda tanya besar. Benarkah telah terjadi pencurian ginjal atau penggantian organ tubuh? Apakah cerita Sri benar adanya? Jika bohong, mengapa Sri berbohong untuk sesuatu yang malah akan menyulitkan hidupnya? Siapa dokter yang bertanya kepada Sri soal jual ginjal? Siapa yang mengancam Sri dan apa motifnya?

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
