Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Februari 2017 | 12.19 WIB

Lebih Dekat dengan Dandim Baru 0816/Sidoarjo Letkol Inf Fadli Mulyono

Di Aceh Pernah Berlari sambil Memegang Senapan - Image

Di Aceh Pernah Berlari sambil Memegang Senapan

Letkol Inf Fadli Mulyono baru pekan lalu dilantik sebagai komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo. Pengganti Letkol Inf Andre Julian itu punya kebiasaan yang sulit ditinggalkan dalam keadaan apa pun, kapan pun, dan di mana pun. Yakni, berlari.



JOS RIZAL


      


MESKI baru beberapa hari menjabat Dandim di Kota Delta, jadwal Fadli terbilang langsung padat. Mendatangi satu tempat ke tempat yang lain. Mulai bersilaturahmi ke tokoh masyarakat hingga pejabat pemerintahan. Dalam dua pekan terakhir, dia pun telah menyusuri wilayah Sidoarjo. Dari ujung ke ujung. Fadli yang sebelumnya berdinas di Kostrad itu ingin mengenal medan.


”Suka olahraga nggak? Lari suka?” tanyanya kepada Jawa Pos sambil menjabat tangan saat ditemui di Makodim 0816/Sidoarjo pada Jumat pagi (3/2).


Genggaman tangannya kuat. Otot-otot di sekujur tubuhnya tampak padat. Dengan senyum ramah, anggota TNI-AD kelahiran 1978 itu kemudian mengajak joging bersama. Jawa Pos pun diajak berkeliling di kompleks makodim. Sembari terus berlari, dia menjelaskan bahwa dunia joging atau lari dilakoni sejak SD. Aktivitas itu dilakukan rutin. Setelah bangun tidur, salat Subuh, langsung lari. Selain itu, diteruskan menjelang senja.


Dia memupuk kegiatan itu hingga memasuki SMA Taruna Nusantara, Magelang. Di sekolah tersebut, hobi larinya kian ”menggila”. Teknik berlari yang baik dan membugarkan tubuh dengan waktu yang efisien pun dipelajari. Berbagai event juga diikuti. Di antaranya, Borobudur 10K, Magelang 10K, dan beberapa agenda kegiatan PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Jateng lainnya. ”Saya bukan atlet atau pelari lho ya, cuma hobi lari,” ujarnya berkelakar.


Sesekali Fadli menengok arloji digital Tissot yang dibelitkan di tangan kanannya. Tak terasa, sudah lebih dari tujuh putaran Jawa Pos dan Fadli mengitari makodim. Di balik celana olahraga pendeknya, dia merogoh kantong saku dan menjulurkan handphone. Lalu, menunjukkan aplikasi Nike Run Club atau Nike Plus. Belakangan, dia memanfaatkan aplikasi itu untuk mengetahui total larinya dalam beberapa bulan terakhir.


Di aplikasi tersebut, tercatat angka dan hari selama berlari. Ternyata sudah sekitar 800 kilometer yang sudah ditempuh. ”Biasanya saya juga pakai ini pas joging,” jelasnya sembari terus berlari.


Meski sudah beberapa kali mengitari kompleks makodim, napas perwira TNI-AD berkulit sawo matang itu begitu teratur. Tak tersengal-sengal. Kaki yang beralas Nike biru itu juga melangkah dengan mantap. Sebaliknya, Jawa Pos sudah ngos-ngosan.


Pria asal Plaju, Sumatera Selatan, itu menjelaskan, lari merupakan dasar dari banyak cabang olahraga. Lari menjadi olah tubuh paling dasar. Dalam militer juga berlaku hal yang sama. Lari merupakan salah satu kegiatan jasmani dasar. ”Kalau saya pribadi, saya lari untuk sehat,” lanjutnya sambil beberapa kali Fadli juga menyambut hormat kepada jajarannya di pagi yang cerah itu.


Selain induk dari banyak olahraga, sambung Fadli, lari merupakan olahraga murah dan sesuatu yang alami. Ada banyak manfaat yang didapatkan ketika seseorang rutin joging. Tak perlu jauh dan lama, dengan teknik yang tepat, seseorang dapat memperoleh kebugaran maksimal.


Dia pun membagi tipnya. Joging bisa dilakukan dalam tiga hari sekali. Atau satu minggu tiga kali. Kebiasaan itu harus terus-menerus dilakukan. Bila ingin membentuk tubuh proporsional, seorang atlet harus melakukannya rutin.


Waktunya juga demikian. Boleh kapan pun. Bila mengacu pada waktu, seseorang dapat joging minimal satu jam untuk mendapat badan proporsional. Waktu sejam itu termasuk pemanasan dan pendinginan. Bila mengacu pada jarak, seseorang dapat joging sekitar 3–5 kilometer.


Bila itu dilakukan rutin, banyak otot yang dapat tersusun padat. Mulai dada hingga otot kaki. Bagian dalam tubuh juga demikian. Paru-paru dan jantung misalnya. Kadar oksigen di dua organ vital orang yang gemar berolahraga makin baik. Semakin tinggi kadar oksigen dalam paru-paru dan jantung seseorang, semakin baik keadaan fisik dan staminanya.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore