
SUDAH DUA KALI: Nurhendik ketika mengawasi pembersihan material longsor di kilometer 17 Trenggalek-Ponorogo.
Seminggu terakhir ini mungkin bukan hari menyenangkan bagi Nurhendik. Belum genap tujuh hari, kediamannya di jalur Trenggalek–Ponorogo Kilometer 17, Desa Nglinggis, sudah dua kali tertimpa bencana tanah longsor.
ZAKI JAZAI, Trenggalek
ANTREAN kendaraan, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4) atau lebih, ketika Jawa Pos Radar Trenggalek melintasi jalur Trenggalek–Ponorogo di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Selasa (31/1). Itu terjadi setelah bencana tanah longsor kembali menimpa beberapa lokasi di kilometer 16 hingga 17 jalur tersebut.
Karena itu, jalan tersebut kembali ditutup total untuk pembersihan material longsor berupa tanah lumpur, bebatuan, dan ranting pohon. Hingga di kilometer 17, beberapa petugas dari pemerintah desa/kecamatan, polsek, koramil setempat, Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Trenggalek, dan beberapa instansi terkait bergotong royong membersihkan material lumpur. Tidak ketinggalan, dua alat berat dioperasikan untuk membersihkan material longsor tersebut.
Tampak seorang pria tua sedang berdiri di lereng bukit. Ya, dialah Nurhendik, salah seorang saksi mata yang juga korban bencana tanah longsor tersebut. Kini sebagian tembok rumahnya roboh karena diterjang tanah longsor.
Saat itu dia mengawasi pembersihan material sambil mencari-cari barang apa saja yang bisa diselamatkan. ’’Syukurlah, saya masih diberi selamat setelah dua kali bencana menimpa rumah ini,’’ ungkap Nurhendrik.
Dirinya mengajak koran ini masuk ke rumahnya yang becek karena air bercampur sedikit lumpur masuk lewat celah-celah dinding yang retak dan belum dibersihkan. Setelah duduk di kursi yang disiapkan, dia bercerita tentang kejadian bencana tersebut.
Menurut dia, seperti bencana sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang yang diikuti turunnya material tanah dari bukit terjadi sekitar pukul 18.15 Senin lalu (30/1). Dia berada di teras rumah. Seketika itu dia berteriak memberi tahu anggota keluarga yang lain.
’’Saya hafal dengan tanah longsor di sini. Makanya, jika ada bebatuan kecil turun, beberapa menit berselang pasti ada batu induk yang turun. Makanya, keluarga di dalam rumah diberi tahu agar lari menyelamatkan diri,’’ ungkapnya.
Perkiraannya itu terbukti. Bebatuan kecil yang turun tersebut diikuti turunnya batu besar berdiameter sekitar 2,5 meter seperti menaiki lumpur.
Namun, batu tersebut tersangkut di lereng bukit sebelum jatuh ke jalan. Setelah longsor terjadi, terlihat beberapa kendaraan melintas.
Saat itu dia sontak berteriak-teriak, memberi tahu pengguna jalan agar berhenti. Sebab, ada longsoran yang membahayakan. ’’Mungkin karena waktu sudah malam pengemudi itu menganggap hanya air yang menggenangi jalan sehingga terus melaju. Untung, ketika terjadi longsor, tidak ada kendaraan di bawah,’’ tuturnya.
Karena tidak memperhatikan imbauannya, dua unit mobil, satu minibus dan satunya lagi truk, terjebak material longsor. Bersamaan dengan itu, dia memberi tahu warga yang lain untuk menyelamatkan pengemudi dan penumpang dari bencana longsor. Dua unit mobil tersebut baru berhasil dievakuasi beberapa jam kemudian dengan bantuan mobil derek ketika situasi dianggap aman.
Bukan hanya itu. Ketika hari beranjak malam, dia bersama warga yang lain juga kerap mendorong atau mengangkat roda mobil yang nekat melalui longsor tersebut. Tidak lama berselang banyak telepon yang menghubungi, baik dari pemerintah, petugas TNI, Polri, maupun masyarakat umum. Sebab, mereka ingin tahu kabar terkini tentang bencana longsor tersebut.
’’Saya di sini seperti menjadi humas ketika longsor. Sebab, saya sering dihubungi petugas maupun memberi tahu petugas ketika ada longsor,’’ kata pria 75 tahun itu.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
