Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Februari 2017 | 18.17 WIB

Jatuhnya si Ratu Panti Sosial Tunas Bangsa Pekanbaru

MEMPRIHATINKAN: Lili Rachmawati (dua dari kanan) saat dibawa ke kantor Polres Pekanbaru. - Image

MEMPRIHATINKAN: Lili Rachmawati (dua dari kanan) saat dibawa ke kantor Polres Pekanbaru.


Kasus meninggalnya anak balita M. Zikli, 18 bulan, di Panti Asuhan Tunas Bangsa Pekanbaru, Riau, menyeret sang pemilik, Hj Lili Rachmawati. Perempuan yang dikenal sebagai ratu panti sosial itu ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut.





AFIAT ANANDA-SAKIMAN, Pekanbaru





SEOLAH tak merasa bersalah, Lili Rachmawati terlihat tegar saat Selasa dini hari (31/1) polisi menetapkannya sebagai tersangka dan menjemputnya. Dia dijerat pasal tindak kekerasan hingga menghilangkan nyawa seseorang.



’’Saya diancam. Keluarga (korban) meminta Rp 50 juta kepada saya. Tapi, saya tidak membunuhnya,’’ tutur Lili menjawab pertanyaan wartawan saat digiring ke sel tahanan Polresta Pekanbaru. Ekspresinya dingin. Tak terlihat penyesalan pada dirinya.



Menurut ketua Yayasan Tunas Bangsa itu, dirinya tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan polisi. Korban M. Zikli meninggal karena sakit. ’’Dia demam tinggi dan diare. Kalau dianiaya, tidak ada,’’ tegas Lili.



Zikli dititipkan orang tuanya ke panti asuhan milik Lili sekitar 10 bulan silam. Sejak Zikli dititipkan itu, ujar Lili, orang tuanya tidak pernah mengunjungi korban lagi. ’’Orang tuanya tidak pernah melihat dia di sana. Mereka tidak tahu bila anaknya sakit,’’ dalih Lili.



Dari penelusuran Riau Pos (Jawa Pos Group), yayasan yang dikelola Lili memiliki lima panti asuhan. Karena itu, oleh sebagian warga Pekanbaru, Lili dijuluki ratu panti asuhan.



Sayang, kondisi lima panti itu sangat memprihatinkan. Tidak layak huni. Bahkan, ada yang mirip penjara untuk menampung orang-orang kurang waras (gila).



Panti pertama terletak di Jalan Bukit Rahayu, Pekanbaru. Di sanalah awal mula Lili menapak karir sebagai pekerja sosial. Di panti itu jua balita Zikli diasuh sebelum akhirnya meninggal.



Tak jauh dari panti pertama, Lili mendirikan panti kedua. Bangunannya dua lantai dengan cat kuning hijau. Kondisi bangunan tersebut sama dengan seluruh panti milik Lili, yakni tidak terawat dan terkesan kumuh. Banyak barang yang berserakan. Kaca jendela dibiarkan pecah di sana-sini. Penghuninya dimasukkan di ruangan dengan pintu dan terali besi. Mirip penjara.



Saat Riau Pos Senin (30/1) mendatangi tempat tersebut, bangunan itu sudah tidak berpenghuni. Menurut warga sekitar, penghuninya sudah dipindahkan ke tempat lain.



Panti ketiga terletak di Jalan Cenderawasih Gang Nuri, Kecamatan Marpoyan Damai. Selama ini bangunan itu digunakan untuk menampung orang-orang jompo dan anak-anak yatim. Kondisi bangunan tersebut juga tak lebih baik daripada dua panti sebelumnya.



Demi alasan kemanusiaan, Dinas Sosial Riau bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) setempat kemarin mengevakuasi 10 orang lansia dan 3 anak panti. Mereka dibawa ke tempat penampungan milik dinas sosial.



Panti keempat beralamat di Jalan Lintas Timur Pekanbaru Km 13, Kecamatan Tenayan Raya. Sedikit berbeda, areal panti yang ini lebih luas. Juga, berlantai dua dengan warna khas, kuning hijau. Saat ditinjau dinsos, bangunan itu sudah tidak berpenghuni.



Panti kelima agak jauh dari lokasi empat panti yang lain. Yakni, di Km 19 Jalan Lintas Timur Pekanbaru. Dari jalan besar, panti sosial milik Lili itu masuk ke dalam hutan. Jauh dari permukiman penduduk. Dari sana, dinsos dan LPAI berhasil membawa 19 orang kurang waras untuk dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore