
SIAP KIRIM: Agus Hadi Nurcahyo memamerkan miniatur kereta api buatannya.
Setahun lalu Agus hanya ingin membuat miniatur KA untuk menyenangkan hati ketiga anaknya. Siapa sangka, kreativitas pria 40 tahun tersebut kini berbuah manis. Pesanan membanjir dari berbagai daerah.
HASTI EDI SUDRAJAT
MINIATUR lokomotif kereta api (KA) sepanjang 45 sentimeter itu didominasi warna putih. Di beberapa bagian, terdapat corak merah dan biru yang sangat khas.
Sejumlah jendela hitam dan lampu di bagian depan membuat tampilannya makin menyerupai bentuk asli. Apalagi, tampilan gerbong serta pintunya sangat akurat dan detail.
’’Sebenarnya ini masih setengah jadi. Di bagian akhir nanti, warnanya dibuat lebih mengilap dengan sentuhan cat air,’’ kata Agus Hadi Nurcahyo, pembuat miniatur KA, saat ditemui di rumahnya, Jalan Pahlawan, Lemahputro, Sabtu (7/1).
Miniatur KA yang sedang dikerjakan Agus itu sudah dipesan seseorang di Medan, Sumatera Utara. Lokomotif mini lengkap dengan sembilan gerbong.
Agus memulai usaha unik tersebut setahun belakangan. Meski masih terbilang singkat, usahanya sudah berkembang cukup pesat.
Saking banyaknya pesanan, bapak tiga anak itu tidak jarang harus begadang untuk menyelesaikannya. Bungsu di antara tiga bersaudara tersebut menuturkan, ide usaha pembuatan miniatur itu tidak terlepas dari hobi ketiga anaknya yang suka naik KA.
Mereka adalah Josef Christyo Hadi, 11; Jefin Christyo Hadi, 7; dan Fica Christyo Putri, 6. ’’Idenya muncul sejak 2015,’’ ucapnya.
Ketika itu dia dan istrinya memiliki ide untuk jalan-jalan ke luar kota dengan menumpang KA. Ketiga anaknya ternyata begitu antusias.
Bahkan, mereka ketagihan bepergian dengan KA. ’’Minimal dua kali dalam sebulan. Biasanya ke Malang atau Bojonegoro. Kalau sudah sampai, ya langsung balik lagi,’’ kata suami Putri Efsan tersebut.
Lama-kelamaan, ketiga anaknya makin gandrung terhadap segala hal yang berkaitan dengan KA. Suatu saat, Josef, Jefin, dan Fica minta dibelikan mainan kereta api. Agus dan istrinya lantas pergi ke toko mainan.
Namun, miniatur yang mereka dapati di toko ternyata tidak sesuai dengan keinginan. ’’Buatan luar negeri. Bentuknya tidak mirip dengan kereta api lokal,’’ jelasnya.
Momen itulah yang menjadi pelecut awal Agus. Dia merasa tertantang untuk membikin sendiri miniatur KA yang sesuai dengan keinginannya.
Bahan baku yang dipakai adalah kayu tripleks dari pohon sengon, kertas yang didesain sedemikian rupa sesuai dengan tampilan KA, dan cat air agar warnanya makin mengilap.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
