
AKRAB DENGAN TEKNOLOGI: Dari kiri, Raffi Akmal, Darnel Faza, Achmad Riza, dan Dhadhang Setiabudi Winarto, guru pembimbing ekskul robotik SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, sedang mengutak-atik beberapa robot.
Ekskul robotik SD Muhammadiyah 1 sudah berusia sepuluh tahun. Materi pembelajaran dan teknologi yang diadopsi terus berkembang. Segudang prestasi pun telah diraih. Bahkan hingga level internasional.
FIRMA ZUHDI AL FAUZI
MATA Raffi Akmal Fawwas tampak berfokus pada dinamo yang terpasang di robot maze solving. Itu adalah robot yang mampu bergerak menemukan jalan keluar dari banyak rute buntu.
Selain memastikan dinamo terpasang dengan benar, siswa kelas V yang tergabung dalam anggota ekstrakurikuler robotik SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo itu memasangkan masing-masing komponen robot yang lain.
Raffi tak sendirian. Beberapa temannya yang lain juga sibuk mengutak-atik robot. Itu sudah menjadi rutinitas yang dikerjakan siswa ekskul robotik, mulai pukul 08.45 hingga 10.15 setiap Jumat.
Mulai mempelajari fungsi masing-masing komponen robot sampai mempelajari modul robot. Mulai modul jenis automatic atau robot yang bergerak menggunakan sensor hingga modul jenis manual.
Yakni, robot yang digerakkan dengan remote. Mereka juga belajar mengenal jenis sensor. Yakni, sensor gerak, sensor jarak, sensor suara, dan sensor cahaya.
Tak ketinggalan, soal programming robot dari modul yang mereka download sebelumnya. ”Dari programming dengan komputer tadi, anak-anak bisa membuat beragam jenis robot sesuai keinginannya.
Misalnya, robot yang memindahkan barang atau robot yang bisa mengikuti cahaya,” terang Dhadhang Setiabudi Winarto, pembimbing ekskul robotik SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo.
Menurut dia, materi pembelajaran terus berkembang dari tahun ke tahun mengikuti beragam teknologi baru.
Dhadhang mencontohkan, pada 2006, saat ekskul robotik di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo baru dibentuk, pembelajarannya masih seputar elektronik dasar.
Misalnya, breadboard atau papan untuk membuat rangkaian elektronik dan bagaimana membuat lampu LED menyala warna-warni. Setelah itu, mereka mulai diajarkan membuat robot sikat gigi.
Disebut robot sikat gigi karena robot tersebut dibuat dari sikat gigi bekas dengan ditambahkan dinamo. Dengan demikian, sikat gigi itu dapat bergerak acak karena getaran dari dinamo tadi.
”Itu saja anak-anak sudah senang banget. Banyak yang mencoba membuatnya di rumah karena bahannya gampang dicari,” jelas Dhadhang yang mengajar ekskul robotik sejak awal didirikan.
Menurut Dhadhang, saat itu baru SD Muhammadiyah 1 yang memiliki ekskul robotik tingkat SD di Sidoarjo. Ada 40 siswa yang bergabung. Mereka terdiri atas siswa kelas IV dan V.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
