
Ilustrasi
Menyaksikan manusia 'kawin' apalagi di tempat terbuka tentu tidak mungkin. Tapi menonton secara beramai-ramai sapi birahi dan kawin di lapangan terbuka mungkin saja. Berikut cerita perkawinan sapi di Kabupaten Konawe
Dedi Finafiskar, Konawe
Ribuan Masyarakat Konawe mulai memadati Lapangan Sepakbola Desa Nario Indah Kecamatan Wawotobi. Satu persatu ternak sapi mereka ditarik menuju dalam lapangan.
Setelah berada dalam lapangan, sapi-sapi milik peternak mulai dilepas satu persatu. Para sapi jantan seperti terlihat sumringah saat melihat ratusan sapi betina yang menjadi target mereka.
Ibarat sedang merayu, para sapi jantan perlahan mulai mendekati targetnya masing-masing. Tanpa banyak gerak gerik terjadilah hubungan intim antara keduanya, tanpa mempedulikan wilayah sekitarnya.
Kejadian ini menjadi tontonan menarik para masyarakat yang memadati lapangan tersebut. Bahkan ada beberapa orang yang mengabadikan momen tersebut, dengan alasan perkawinan masal ternak sapi jarang dilihat.
Mengingat perkawinan masal ternak ini baru pertama kali dilakukan di Konawe. Tidak hanya masyarat Konawe, para pejabat seperti Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, Wakapolres Konawe Kompol La Sule, para Pejabat SKPD lingkup Pemda Konawe, Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Konawe, tidak ingin ketinggalan menyaksikan momen tersebut.
Saat menyaksikan sapi Jumbo yang berusaha mendekati sapi betina yang berukuran kecil, para penonton pun memberikan sorak, karena hal itu terlihat lucu bagi mereka.
Di dalam lapangan itu, terdapat puluhan jenis sapi dari berbagai jenis yang didatangkan oleh para peternak dari berbagai Kecamatan Seperti Kecamatan Puriala, Wonggeduku, Tongauna, dan Kecamatan-kecamatan lainnya.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Konawe mengklaim populasi ternak sapi di Konawe terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data sensus ternak populasi sapi terus mengalami peningkatakan, pada tahun 2013 jumlah sapi potong berjumlah 30.972 ekor, namun pada akhir tahun 2016 berjumlah 45.692 ekor dengan peningkatan rata-rata 20%.
Kepala Dinas Disnakeswan Jumrin menjelaskan, keberhasilan usaha pembibitan sapi potong salah satunya diukur dari produksi jumlah kelahiran anak-anak sapi. Keberhasilan pengelolaan perkawinan sapi sangat ditentukan oleh pembibitan sapi potong, masa birahi induk sapi dan perkawinan sapi potong. Perkawinan sapi potong dapat dilakukan dengan cara perkawinan alami dan kawin suntik atau inseminasi buatan (IB).
Tidak hanya kegiatan kawin alam, dalam kegiatan itu juga turut dilakukan panen Pedet Sapi potong. Hal ini membuktikan pembangunan sektor peternakan di Kabupaten Konawe berhasil. (*/sad/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
