Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 November 2016 | 00.25 WIB

Jozz Prod Music Session Abadikan Kiprah Musisi, Anggap sebagai CSR Studio

PEDULI MUSIK SURABAYA: Tim Jozz Prod. Dari kiri, Rona Cendera Delta Perkasa, Joko Setyo Nugroho, Ian Darmawan, dan Irsan Yanuardi berpose di studio produksi. - Image

PEDULI MUSIK SURABAYA: Tim Jozz Prod. Dari kiri, Rona Cendera Delta Perkasa, Joko Setyo Nugroho, Ian Darmawan, dan Irsan Yanuardi berpose di studio produksi.

Jozz Production (Jozz Prod) konsisten mendokumentasikan musik Surabaya di YouTube dua tahun belakangan. Sudah ada 22 klip video band indie yang diambil. Mereka menjadi wadah bagi band-band lokal dalam memvisualkan musiknya.





SALMAN MUHIDDIN





GEDUNG putih di Jalan Kutisari IV No 44, Surabaya, itu lebih mirip rumah tinggal ketimbang studio musik. Ada ruang tamu lengkap dengan sofa dan televisi. Ada dua kamar di dalamnya. Tapi, saat dibuka, isinya alat musik yang berantakan.



Di sanalah Jozz Prod melakukan perekaman live music session. ”Masih berantakan. Barusan dipakai klien,” ujar pemilik Jozz Music Studio Irsan Yanuardi sambil menata alat-alat di studionya.



Studio musik yang sudah berusia empat tahun itu menghidupi diri dari jasa recording (rekaman) dan sewa studio. Nah, pada akhir 2014, Jozz Studio mengabdikan diri bagi musik Surabaya.



Mereka membikinkan band-band lokal klip video di dalam studio tersebut. ”Ini seperti CSR (corporate social responsibility)-nya Jozz Studio lah,” canda alumnus Jurusan Seni Musik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut.



Ada dua studio musik di bagian sudut belakang rumah yang tidak ditinggali tersebut. Irsan menyulap ruangan kamar itu menjadi studio musik. Dinding-dindingnya sudah dilapisi peredam suara.



Di antara dua studio tersebut, terdapat ruangan produksi. Tempat itu dipakai sound engineer untuk mengontrol suara yang masuk saat live recording.



Irsan berinisiatif membuat live session pada September 2014. Band rock Mookite menjadi yang pertama. Mereka menampilkan lagu berjudul Eyering. Pada sesi selanjutnya, giliran band Chocolatino dan Memoir.



Pada sesi keempat, Irsan sempat kebingungan mencari band. Dia menghubugi beberapa grup musik. Namun, mereka sibuk. Akhirnya dia merekam dirinya sendiri bersama band Muveno.



Ya, Irsan memang vokalis sekaligus gitaris band rock alternatif tersebut. ”Terpaksa,” ucapnya, lalu menggaruk-garuk kepalanya. Dia mengakui, saat pertama memulai membuat live session, banyak pihak yang meragukan.



Banyak live session sebelumnya yang mati suri atau tidak konsisten. ”Pernah ada band yang bilang, ’Ini acara apa, sih?’,” kata pria kelahiran 15 Januari 1983 tersebut. Namun, perkataan itu tidak dimasukkan ke dalam hati.



Irsan justru semakin semangat. Dia menggandeng webzine (majalah online) Ronascent yang dikelola Rona Candera Delta Perkasa. Nah, Rona akhirnya bertugas mengatur band-band mana saja yang bakal direkam.



Lewat Ronascent, dia juga menggaungkan Jozz Prod di media sosial. Dengan tambahan tenaga itu, Jozz Prod tidak lagi sulit mencari band yang akan tampil. Malah sudah ada daftar tunggu atau waiting list hingga 2017.



Band-band dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Malang, Solo, hingga Balikpapan pun tertarik. ”Tapi, kita pending (tunda, Red) dulu. Fokus yang Surabaya,” ujar Rona.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore