Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 November 2016 | 19.41 WIB

Frank Palmos, Sejarawan Australia yang Bukukan Sudut-Sudut Pertempuran 10 November 1945

PELAKU SEJARAH: Frank Palmos (kanan) menceritakan awal mula dirinya menjadi Indonesianis. - Image

PELAKU SEJARAH: Frank Palmos (kanan) menceritakan awal mula dirinya menjadi Indonesianis.



Palmos tidak tahu bahwa penerbangannya dengan Roeslan ke Makassar dalam rangka melaksanakan misi rahasia Presiden Soekarno. Yakni, memastikan hasil penyergapan TNI terhadap pemberontak Darul Islam (DI).



’’Karena ini misi rahasia, saya tidak beri tahu kamu sampai kita tiba di Makassar,’’ ungkap Palmos menirukan ucapan Roeslan kala itu.



Misi rahasia tersebut adalah memastikan kondisi pemimpin DI Kahar Muzakkar selepas penyergapan oleh TNI, kemudian melaporkannya kepada presiden. Sebab, sepanjang 1965, sudah beberapa kali ada laporan bahwa Kahar Muzakkar berhasil ditembak mati. Namun, beberapa waktu kemudian, Kahar muncul kembali dalam kontak senjata dengan TNI.



’’Konon, Kahar Muzakkar, kalau ditembak, pelurunya belok ke kanan atau kadang ke atas. Luput terus,’’ cerita Palmos.







Palmos lalu diajak ke ruang bawah tanah kediaman gubernur Sulawesi Selatan. Di situ Roeslan dan beberapa perwira TNI menyaksikan peti mati berisi mayat Kahar yang sudah membujur kaku. Misi selesai. Laporan pun dikirim ke presiden bahwa Kahar Muzakkar sudah berhasil dilumpuhkan.



Di Makassar itulah, Roeslan meminta agar Palmos mau menulis sejarah tentang Surabaya. Sebab, menurut Roeslan, Surabaya adalah fondasi republik yang pertama. ’’Warga negara Indonesia pertama itu ya orang Surabaya,’’ kata Palmos.



Roeslan sebenarnya pernah menulis Seratus Hari di Surabaya yang Menggemparkan Indonesia. Namun, dia berpikir bahwa sejarah Indonesia harus ditulis oleh seseorang yang independen. Dengan demikian, sudut pandangnya objektif.



Palmos baru bisa memenuhi keinginan Roeslan itu pada 2008. Dia pun kembali ke Indonesia untuk mewujudkan keinginannya menulis sejarah Indonesia sekitar 1945, terutama tentang pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.



Selama dua tahun Palmos melakukan riset, menerjemahkan buku-buku referensi berbahasa Indonesia dan catatan harian para veteran, serta berkeliling Surabaya untuk melihat langsung tempat-tempat yang diceritakan Roeslan.



Dia juga mewawancarai para pelaku sejarah pertempuran 10 November serta bertemu dengan Rosihan Anwar, satu-satunya wartawan perang dari harian Merdeka yang meliput pertempuran 10 November 1945.



Selain itu, Palmos mesti memelototi 20–30 video liputan tentang perang yang meletus menyusul tewasnya Jenderal Mallaby, komandan Brigade 49 Sekutu. Tak lupa, dia juga membaca tulisan pelaku sejarah pertempuran Surabaya Suhario Padmodiwiryo alias Hario Kecik. Catatan yang tak kalah berharga bersumber dari memoar pemimpin pasukan sekutu Jenderal Sir Philip Christison.



’’Saya dapat bukunya di museum tentara Chelsea, Inggris. Buku diary ini memberi banyak sekali poin baru (tentang pertempuran Surabaya, Red) yang belum terungkap,’’ bebernya.



Palmos kemudian memperpanjang risetnya hingga 2011 dengan menerjemahkan memoar Hario Kecik yang terangkum dalam buku Tentara Pelajar.



Menurut Palmos, ada 10 narasumber utama yang amat membantunya dalam menyelesaikan buku Surabaya 1945: Sakral Tanahku. Dalam buku setebal 415 halaman itu, dia menyampaikan rasa terima kasih secara khusus kepada Rosihan Anwar dan Hario Kecik yang merelakan beratus-ratus jam di akhir hayatnya hanya untuk meladeni pertanyaan Palmos soal pertempuran Surabaya.



Palmos mengaku sudah sangat menyatu dengan Indonesia. Dia menyatakan, pada 1960-an, bahasa Indonesia-nya sangatlah lancar. Bahkan nyaris sefasih Presiden Soekarno. Saking Indonesianya, wakil perdana menteri Indonesia saat itu, Johannes Leimena, pernah meneleponnya secara khusus.

Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore