
BAPAK SEPEDA CARBON: Craig Calfee saat berbagi cerita di Jawa Pos Lounge.
Penggila sepeda di Indonesia beruntung. Dalam sepekan terakhir, Craig Calfee, legenda pembuat sepeda full carbon pertama di dunia, berkunjung ke negeri ini. Kemarin inovator asal Amerika Serikat itu berbagi cerita dan pengalamannya di Jawa Pos Lounge.
ARI GANESA, Surabaya
-----------
LEBIH dari 50 penggila sepeda dari beberapa wilayah Indonesia tampak antusias dan bersemangat menyimak paparan Craig Calfee di Jawa Pos Lounge. Mereka datang dari beberapa kota di Jawa Timur, mulai Surabaya, Malang, Madiun, hingga Kediri. Ada pula yang datang dari Jakarta, Makassar, serta beberapa daerah lain.
Rabu (2/11) inovator sepeda penting asal Amerika Serikat tersebut mengunjungi Surabaya untuk berbagi pengalaman dan bercerita mengenai teknologi sepeda. Acara itu bertajuk Meet The Legend Craig Calfee.
Pria yang telah bereksperimen membuat sepeda berbahan karbon pada pertengahan 1980-an tersebut berada di Indonesia sejak pekan lalu. Sebelumnya, sang legenda hidup itu berada di Bali untuk memberikan workshop tentang pembuatan sepeda bambu.
’’Senang berada di Surabaya. Orang-orangnya sangat ramah. Saya disambut dengan baik di sini,’’ kata Calfee kepada Jawa Pos.
Salah satu peserta acara, John Boemihardjo, tidak menyia-nyiakan kesempatan langka bertemu Calfee. Anggota Surabaya Road Bike Community (SRBC) itu menyiapkan jersey-nya untuk ditandatangani Calfee. ’’Setelah ini, jersey-nya mau saya pajang!’’ ucap John, lantas tersenyum.
Para peserta yang lain tak kalah antusias. Mereka bergantian meminta berfoto bersama pria yang sudah membuat sepeda untuk juara Tour de France tiga kali, Greg LeMond (1986, 1989, 1990), pada usia yang belum menginjak 30 tahun tersebut. ’’Anda mungkin akan tertarik dengan sejarah sepeda dan saya,’’ ucap Calfee mengawali talk show.
Pada kesempatan tersebut, Calfee menceritakan pengalamannya tentang awal dirinya terjun di dunia sepeda. Sejak muda, Calfee yang merupakan seorang traveler tidak pernah takut untuk datang ke tempat-tempat terpencil seperti berkeliling ke negara-negara di pelosok Afrika.
Pembuat sepeda full carbon pertama di dunia itu mengungkapkan, ide membuat sepeda karbon datang ketika Calfee muda yang biasa berangkat bekerja dengan menggunakan sepeda mengalami tabrakan. Insiden itu membuat frame sepedanya patah.
Kala itu, Calfee yang bekerja di industri kapal di Boston dan menggeluti material karbon berusaha memperbaiki sepedanya sendiri dengan bahan karbon tersebut. Hasilnya? Ternyata sangat memuaskan! Bahannya lebih ringan dan kuat.
Dari situlah tercetus ide untuk membuat sepeda dari bahan karbon. Calfee lantas menceritakan ide tersebut kepada bosnya, si empunya pabrik kapal. Namun, sang bos sama sekali tak tertarik pada ide Calfee. Dia lalu menyuruh pria yang tidak pernah lulus kuliah tersebut untuk melanjutkan pekerjaannya membuat kapal.
Calfee tak menyerah. Dia berniat mewujudkan angannya membuat sepeda karbon. Karena itu, dia lantas meninggalkan pekerjaannya sebagai pembuat kapal. Dari Boston, dia hijrah ke California untuk membuka bengkel sepeda. Kala itu, usianya masih 25 tahun. Sangat muda untuk membuat usaha sendiri. ’’It’s American dream. Dalam hidup, harus berani ambil risiko,’’ kata Calfee, lantas tersenyum.
Di bengkel sepedanya itulah dia memuaskan keinginan untuk bereksperimen dengan sepeda. Kerja kerasnya tak sia-sia. Hingga akhirnya, batu loncatan pertama Calfee datang ketika Greg LeMond, saat itu pembalap terbaik dunia asal Amerika, memintanya membuat sepeda untuk dipakai pada ajang Tour de France 1991.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
