
KREATIF: Empat Pendiri Yes Boss ketika ditemui Jawa Pos di bilangan Senayan. Dari kiri, Wahyu Whrehasnaya (co founder),Irzan Raditya (founder CEO), Chris Franke (co founder) dan Reynir Fauzan (co founder).
Lewat SMS, Yes Boss siap memberikan asistensi gratis dalam hal apa saja asal tidak melanggar hukum dan norma. Permintaan paling sulit: layanan voorrijder untuk pengawalan.
NURIS ANDI P., Jakarta
SEBUAH short message service (SMS) dilayangkan Jawa Pos. Isinya, pertanyaan tentang kondisi lalu lintas antara Senayan menuju Cawang, Jakarta. Tak sampai tiga menit kemudian, balasannya sudah masuk.
"Hallo Boss, jalanan dari Senayan menuju Cawang terpantau ramai lancar. Ada lagi yang bisa kami bantu, Boss?"
Jawaban itu bukan datang dari sahabat, keluarga, teman kerja, atau layanan lalu lintas kepolisian. Melainkan dari asisten yang baru saja "dipekerjakan" Jawa Pos. Namanya: Yes Boss.
Ya, Yes Boss adalah layanan asisten virtual dengan basis SMS. Untuk bisa memanfaatkannya, orang harus menjadi anggota (member) dulu dengan mengakses yesbossnow.com.
Yes Boss dibuat tiga anak muda Indonesia sepulang mereka menempuh pendidikan di Jerman. Mereka adalah Irzan Raditya (founder), Wahyu Wrehasnaya (cofounder), dan Reynir Fauzan (cofounder). Mereka dibantu sahabat mereka yang juga warga negara Jerman Christian Franke.
"Harapan kami, dengan Yes Boss ini orang Indonesia bisa lebih efektif dalam menjalankan pekerjaan," sebut Irzan.
Ide awalnya tebersit ketika Irzan mudik ke Jakarta tahun lalu. Ketika itu dia, Wahyu, dan Reynir sebenarnya sudah mapan bekerja di sebuah perusahaan teknologi informasi di Eropa.
Irzan melihat, tinggal di metropolitan dengan segala kesibukan dan kemacetannya, warga Jakarta membutuhkan sosok yang bisa memperlancar pekerjaan dan gerak mereka. Semacam asisten pribadi.
Bagi Irzan, itu potensi yang bisa dieksplorasi. "Saat itu saya melihat bahwa di Jakarta waktu terbuang banyak di jalan," kata Irzan ketika ditemui bersama Wahyu dan Reynir di kantor Yes Boss di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan, pertengahan September lalu.
Kebetulan, dia dan dua koleganya tersebut memang sudah lama ingin mengembangkan diri di tanah air. Muaranya, Yes Boss akhirnya diluncurkan pada 2 Juni 2015.
Dengan tagline Your Time Matters, Yes Boss ingin membuka jalan buat start-up lain di Indonesia untuk saling bekerja sama demi industri yang positif di masa depan. Layanan yang mereka tawarkan juga bisa dimanfaatkan di berbagai penjuru tanah air.
Pada dasarnya, cara kerja Yes Boss bukanlah pure mesin yang memberikan asistensi kepada manusia. Yes Boss menghadirkan sumber daya manusia sebagai client service representative (CSR). Sama halnya dengan produk lainnya. Namun, yang membedakan adalah CSR ini anonim. Mereka diberi nama alias dengan nama-nama umum di Indonesia. Misalnya: Cindy, Nindy, dan Agus.
"Kami sengaja menyembunyikan identitas CSR kami demi keamanan," ujar Wahyu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
