Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Desember 2020 | 19.02 WIB

Detik-Detik yang Tak Deg-degan Para Calon Tunggal

Ony Anwar Harsono (kiri), Hanindhito Himawan Pramana (kanan) (JAWA POS RADAR MADIUN-JAWA POS RADAR KEDIRI) - Image

Ony Anwar Harsono (kiri), Hanindhito Himawan Pramana (kanan) (JAWA POS RADAR MADIUN-JAWA POS RADAR KEDIRI)

Dalam sejarah pilkada, hanya sekali terjadi kotak kosong menang. Karena itu, pada hari-hari terakhir menjelang coblosan, para calon tunggal lebih memikirkan bagaimana protokol kesehatan dijalankan, tingkat partisipasi yang tinggi, atau menghabiskan waktu bersama anak.

---

HASIL survei terakhir memperlihatkan bahwa dia bakal menang telak: 86,7 persen. Tapi, Ony Anwar Harsono rupanya tak puas.

Calon bupati Ngawi tersebut memasang target lebih tinggi daripada hasil survei The Republic Institute itu: menang dengan angka 92,5 persen. Lalu, apa sang rival jadi ’’panas” karena sesumbar wakil bupati petahana tersebut? Ya tidak, wong Ony tidak punya lawan dalam pemilihan bupati Ngawi hari ini.

Ya, Ngawi satu di antara 25 daerah yang hanya punya calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak hari ini. Di Jawa Timur, selain Ngawi, calon tunggal terdapat di pilkada Kabupaten Kediri.

Di Jawa Tengah malah lebih banyak: Kota Semarang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Grobogan.

Dalam sejarahnya, sangat jarang calon tunggal dipermalukan kotak kosong yang jadi lawan. Hanya sekali tercatat saat pemilihan wali kota Makassar dua tahun lalu.

Karena itu, bagi Ony, misalnya, detik-detik terakhir sebelum coblosan hari ini bukanlah detik-detik deg-degan ’’menang atau kalah ya besok”. Sebagai calon tunggal, dia sudah ’’melampaui” itu.

’’Yang kami pikirkan sekarang justru finishing-nya,’’ kata pendamping Bupati Budi ’’Kanang” Sulistyono selama dua periode itu seperti dilansir Jawa Pos Radar Madiun kemarin (8/12).


Menurut Ony, pihaknya tinggal memastikan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara berjalan sesuai aturan. Para penyelenggara, pemilih, maupun pihak yang terlibat dalam pilkada, terutama di TPS (tempat pemungutan suara), wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Begitu pula sang pasangan, Dwi Rianto ’’Antok’’ Jatmiko. Dia fokus agar pilkada tidak menjadi klaster baru Covid-19. ’’Bagaimanapun, pilkada merupakan agenda pemerintah yang wajib disukseskan bersama, termasuk kami sebagai calon,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Hanindhito Himawan Pramana, calon tunggal dalam pilkada Kabupaten Kediri, juga memilih menghabiskan masa tenang kemarin bersama keluarga. Acaranya pun dibuat sesantai mungkin. Bahkan menjauhkan diri dari aktivitas politik seperti yang menderanya dalam beberapa bulan terakhir.

’’Persiapan di hari terakhir (sebelum coblosan) sebenarnya tidak ada. Namun lebih ke (kegiatan) berdoa. Juga sungkem kepada orang tua,” ujar Dhito.

Seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Kediri, sejak dipastikan menjadi calon tunggal dalam pilkada Kabupaten Kediri, Dhito seperti tak bisa lepas dari aktivitas politik. Nyaris setiap hari dia turun langsung ke masyarakat.

Terutama pada masa-masa kampanye beberapa waktu lalu. Aktivitas seperti itu membuat stamina fisik maupun psikisnya terkuras. Hal sebaliknya yang justru ingin dia lakukan sebelum puncak pilkada berlangsung.

’’Jadi, mikir yang tenang-tenang saja. Tidak terlalu mikir pilkada,” ucapnya.

Photo

Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti (JAWA POS RADAR SEMARANG)

Hari-harinya di masa tenang dihabiskan Dhito dengan berkumpul bersama keluarga. Utamanya mengajak sang anak bermain.

Bermain bersama sang buah hati memang menjadi prioritasnya selama masa tenang. Sebab, sepanjang masa kampanye, quality time bersama sang anak terasa hilang.

’’Jadi, di masa tenang ini saya maksimalkan main sama anak,” terangnya.

Agenda hari ini diawali sungkeman ke orang tuanya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sekaligus menggelar acara tumpengan secara sederhana.

Tumpengan itu juga digunakan sebagai ajang menggelar doa bersama. Setelah itu, Dhito bersama sang istri, Eriani Annisa, datang ke TPS yang lokasinya tepat di sebelah rumahnya di Perumahan Budaya Cipta, Jalan Soekarno-Hatta.

Seperti halnya Ony-Antok di Ngawi, duet Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti (Hendi-Ita) di pilwali Kota Semarang yang juga tak punya lawan mematok target tinggi pula: 90 persen. Jadi, sudah bukan urusan bakal menang atau tidak. Tapi, menang berapa ya besok (hari ini).

’’Kami yakin masih akan sesuai target, yakni 90 persen,’’ kata Ketua Tim Pemenangan Hendi-Ita, Kadar Lusman, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meski sangat yakin, Pilus, sapaan akrab Kadar Lusman, mengatakan bahwa tim relawan dan kampanye sudah bergerak secara masif untuk menggaet simpati warga.

’’Ditambah dengan bukti nyata kinerja Hendi-Ita periode pertama dari berbagai aspek, kami yakin tingkat kehadiran bisa mencapai minimal 75–78 persen,’’ katanya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=DQMeJHTxoSE

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore