
Angki Purbandono saat berdiskusi dalam acara Belajar Bersama Maestro di Jogjakarta, Juli lalu.
Angki Purbandono konsisten memotret dengan mesin scan. Pernah pula berpameran dengan menjadikan dirinya sebagai objek foto. Toh, karya-karyanya diapresiasi lintas benua.
SAHRUL YUNIZAR, Jogjakarta
---
PERLAHAN Angki Purbandono memotong mawar itu dari tangkainya. Mengatur kelopak bunga tersebut sebelum diletakkan di mesin scan Serupa scanning pada umumnya, mawar diletakkan terbalik. Kemudian klik. Mesin scan bekerja. Hasilnya buat preview. "Alias untuk memastikan gambar yang diinginkan sudah sesuai," kata Angki kepada Jawa Pos dan beberapa peserta Belajar Bersama Maestro (BBM) di Jogjakarta.
Selanjutnya penentuan bagian objek yang dipotret. Dan kembali klik. Sejurus kemudian, potret mawar dengan hasil yang jauh lebih detail muncul di layar monitor.
Yang ditunjukkan pria yang pernah kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta itulah yang disebut scanography. Karya fotografi yang dihasilkan melalui mesin scan.
Banyak objek yang sudah pernah dipotret Angki dengan mesin scan. Instinct salah satunya, yang turut dipamerkan bersamaan dengan kegiatan BBM yang dihelat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Instinct adalah potret organ dalam kepala manusia. Begitu hidup. Benar-benar mirip otak yang ada di dalam batok kepala manusia.
Angki memakai mesin scan sejak 12 tahun lalu. Memulai dengan eksperimen, Angki justru mampu menarik minat kurator dari Jerman. Hasil eksperimennya kemudian dipamerkan bersama karya seniman sekaliber Goenawan Mohamad di Berlin. Tepatnya di Haus der Kulturen der Welt. "Itu awal-awal, masih main-main nggak jelas," kata dia sambil menunjukkan karya yang dipamerkan di sana.
Sejak awal Angki menyampaikan bahwa dirinya tidak menawarkan hasil. Yang dia tawarkan adalah konsep. Dia juga tidak pernah mempersoalkan alat. "Kalau memang fotografi itu bentuknya karya, apakah harus selalu dilakukan menggunakan kamera?" tanya dia.
Angki menjawab sendiri: tidak. Menurut dia, karya fotografi tidak melulu harus dibuat dengan menggunakan kamera. Dari pemikiran itu dia kemudian mencari jalan untuk menunjukkan bahwa karya fotografi bisa dibuat tanpa kamera.
Angki pernah membuat pameran fotografi tanpa memotret sama sekali. Dia datang ke studio foto untuk difoto sebagai objek. Berperan sebagai orang lain. Mulai atlet bulu tangkis, anggota paskibra, sampai mahasiswa yang diwisuda. Hasilnya dia pamerkan pada 2004 di ruangrupa, Jakarta.
Lebih dari itu, Angki juga pernah membikin pameran fotografi yang bukan cuma tidak memotret. Tapi juga tidak memakai kamera. Membeli dan mengumpulkan foto-foto lawas, dikategorisasi, lalu dia pamerkan.
Tentu saja langkah Angki menuai banyak komentar. Bahkan sempat menjadi kontroversi. Betapa tidak, dia berpameran fotografi tanpa memotret dan tidak memakai kamera. Keluar dari trek. Jauh dari kebiasaan. Dan sama sekali tidak seperti kebanyakan pameran fotografi yang pernah ada.
Angki menerima itu. Dia sadar betul yang dilakukannya memang tidak biasa. Tapi, itu bagian proses pencarian. Proses itu tidak berhenti sampai sekarang. Ketika dia lebih dikenal dengan karya scanography.
Seperti belajar yang tidak boleh berhenti, pencarian Angki juga demikian. Pria kelahiran Kendal, Jawa Tengah, tersebut masih mencari. "Aku melakukan hal-hal yang melawan teori, mencari teori baru," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
