
MENYIMAK: Sejumlah mahasiswa Universitas Wijaya Putra memberikan penjelasan mengenai lambang Pancasila kepada anak-anak di Kampung Pancasila, kawasan Mulyomukti, Babat Jerawat, Pakal, Rabu (1/6). (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Pancasila tidak hanya bentuk ideologi bangsa. Bagi Kampung RW 2, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, nilai-nilai Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Mempraktikkan Pancasila yang sebenarnya.
ARIF ADI WIJAYA, Surabaya
WAJAH para pahlawan nasional terpampang di ujung gang Kampung RT 1, RW 2, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal. Mulai Soekarno, Soedirman, Bung Tomo, sampai KH Hasyim Asy’ari. Begitu masuk 20 meter, monumen berbentuk burung garuda pun berdiri gagah menyambut.
Itulah Kampung Pancasila yang diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada 12 April lalu. Penetapan kampung tersebut sebagai Kampung Pancasila bukan tanpa alasan. Berkat jerih payah warganya, kampung itu berhasil masuk tiga terbaik lomba Kampung Pancasila di tingkat Korem 084/Bhaskara Jaya.
Ketua Kampung Pancasila Khoirul Huda mengakui, menjadikan kampungnya sebagai Kampung Pancasila dalam lima bulan terakhir memang tidak mudah. Ketika lomba masih digelar di tingkat komando rayon militer (koramil), tidak banyak warga yang terlibat Justru Khoirul diolok-olok.
Antusiasme warga yang kurang bagus saat itu tidak membuat pria 51 tahun tersebut patah arang. Dengan partisipasi dari warga seadanya, Khoirul menyulap kampung tersebut menjadi bernuansa Pancasilais. Mulai menambahkan dekorasi mural dan monumen Pancasila sampai memajang lukisan para pahlawan nasional di dalam gang.
Alhasil, kampungnya menjadi juara di tingkat koramil. Komandan Koramil Pakal Mayor Prasetyo pun memberikan atensi lebih. Tiga pilar yang terdiri atas kecamatan, Korps Bhayangkara dari Polsek Pakal, dan korps TNI dari koramil ikut membantu membangun kampung.
Dari situlah antusiasme warga mulai muncul. Dari sebatas membuat dekorasi, Khoirul bersama tiga pilar Kecamatan Pakal membuat gedung Pancasila. Bentuknya seperti gedung serbaguna pada umumnya. Namun, di dalam gedung berukuran 5 x 20 meter itu, terpampang naskah-naskah yang menceritakan awal lahirnya Pancasila yang kemudian dijadikan simbol dan ideologi bangsa.
Tidak puas membuat gedung, Khoirul mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada. Mulai kader Surabaya Hebat, kader PKK, hingga lembaga pendidikan yang ada di kampungnya. Semua mendukung. Kegiatan demi kegiatan pun tercipta.
Salah satunya, permainan yang berisi pemahaman tentang Pancasila. Misalnya, permainan monopoli. Setiap kartu dan item yang ada di papan disertai nilai-nilai Pancasila. Kegiatan kader PKK yang hanya sosialisasi program pun disisipi nilai-nilai Pancasila.
Bagaimana aplikasinya? Khoirul memberikan contoh amalan sila pertama. Yakni, Ketuhanan yang Maha Esa. Karena berhubungan dengan nilai-nilai religius, kegiatan keagamaan digencarkan. Remaja masjid dan karang taruna dilibatkan secara aktif. ’’Karena mereka yang akan menjadi generasi penerus Pancasila,” tuturnya.
Nilai gotong royong juga diwujudkan dalam gerakan nyata. Dalam setiap kegiatan kampung, seluruh elemen masyarakat terlibat aktif. Mulai kerja bakti sampai hajatan warga kampung. ’’Jadi, benar-benar terasa kekeluargaannya,” kata Khoirul.
Toleransi beragama yang masuk sila pertama pun diaplikasikan dengan baik. Menurut Khoirul, di kampung tersebut tidak hanya ibadah umat Islam yang dihormati. Ketika Hari Raya Natal umat Kristen maupun Nyepi umat Hindu, masyarakat yang mayoritas muslim pun menghormati. Misalnya, tidak menggunakan toa masjid ketika sedang Nyepi. ’’Karena di sini juga ada yang beragama Kristen dan Hindu,” terangnya.
Saat ini kampung tersebut berjuang untuk meneruskan estafet lomba di tingkat Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya. Khoirul berharap kampungnya bisa menjadi percontohan tingkat nasional. ’’Itu sebagai motivasi agar bisa lolos nanti sampai ke tingkat Mabes TNI,” jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
