
KHUSYUK: Aneka upacara sebelum tawur agung.
Usai mecaru, lanjut Istianah, dilaksanakan pangrupukan atau ogoh-ogoh yang akan dibakar diarak keliling desa. Baru kemudian patung-patung itu dipralina atau dibakar.
"Tujuan upacara tawur kesanga ini, untuk menetralisir diri agar tidak diganggu dengan sifat buruk dari butakala. Butakala menyimbolkan sifat angkara murka, menggambarkan sifat manusia. Dibakar agar tahun baru kembali suci," beber Istianah panjang.
Baru setelah pelaksana tawur agung, dengan membakar sifat buruk manusia, para umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian.
"Harapannya, kembali baik, kembali suci karena sudah membakar sifat angkara murka," pungkas perempuan yang menggunakan busana sembahyang warna hijau tosca itu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
