Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Maret 2018 | 16.25 WIB

Mecaru, Pangrupukan hingga Ayam dengan Ciri Khusus

KHUSYUK: Aneka upacara sebelum tawur agung. - Image

KHUSYUK: Aneka upacara sebelum tawur agung.


Usai mecaru, lanjut Istianah, dilaksanakan pangrupukan atau ogoh-ogoh yang akan dibakar diarak keliling desa. Baru kemudian patung-patung itu dipralina atau dibakar. 


"Tujuan upacara tawur kesanga ini, untuk menetralisir diri agar tidak diganggu dengan sifat buruk dari butakala. Butakala menyimbolkan sifat angkara murka, menggambarkan sifat manusia. Dibakar agar tahun baru kembali suci," beber Istianah panjang. 


Baru setelah pelaksana tawur agung, dengan membakar sifat buruk manusia,  para umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian. 


"Harapannya, kembali baik, kembali suci karena sudah membakar sifat angkara murka," pungkas perempuan yang menggunakan busana sembahyang warna hijau tosca itu.


Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore