Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Juni 2023 | 22.16 WIB

Dibuat Meleleh oleh Cinta Sejati Sepasang Kakek-Nenek

MOMEN MENYENTUH: Rulian Maya Vernanda bersama Oma Aisyah di Griya Werdha Jambangan, Surabaya. Vernanda sangat terkesan degnan moment ketika sepasang lansia saling menguatkan. - Image

MOMEN MENYENTUH: Rulian Maya Vernanda bersama Oma Aisyah di Griya Werdha Jambangan, Surabaya. Vernanda sangat terkesan degnan moment ketika sepasang lansia saling menguatkan.

Sisi dan kelompoknya akan membawa roda putar. Nanti, para mbah dari semua blok yang sudah dikumpulkan harus menjawab pertanyaan yang ada di setiap bagian roda. ’’Kebetulan di stase gerontik, saya mendapat penugasan terapi aktivitas kelompok seperti spin wheel. Itu bisa meningkatkan kemampuan kognitif dan meringankan stres mbah-mbahnya,’’ jelas anak muda asal Sidoarjo itu.

Sisi melihat mereka enjoy saat bermain. Mereka juga bekerja sama untuk membantu menjawab pertanyaan. Yang tadinya terpisah blok bisa berkumpul dan bersenda gurau bersama.

Vernanda pada satu momen juga dibuat meleleh oleh sepasang suami-istri lansia di sana. ’’Ternyata cinta sejati beneran ada,’’ katanya. Dia menuturkan, ada pasangan oma dan opa di sana, tapi beda blok karena laki-laki dan perempuan memang dibedakan bloknya. Si oma termasuk lansia total care yang harus bed rest karena sudah lama sakit. Penglihatannya juga berkurang.

Suatu ketika, oma meminta dipanggilkan suaminya. Si opa pun berjalan dengan tongkat menghampiri. Begitu tiba, opa itu mengelus lembut kepala istrinya yang terbaring. Tangannya juga digenggam sambil berbisik lirih, ’’Yang sabar yo Bu, semoga cepat sembuh’’.

’’Terus, opa ngasih tasbih dan saputangannya. Sejak itu, oma selalu istigfar pakai tasbih itu sambil pegang saputangan opa. Mau nangis aku di situ,’’ ungkap mahasiswa 23 tahun itu.

Bahkan, lanjut Vernanda, oma tidak mau disuapi perawat. Suaminya yang datang ke kamar untuk menyuapi makan. ’’Salut banget, mereka saling menguatkan. Aku belum tentu bisa menyaksikan hal seperti itu di luar panti werda,’’ kenangnya.

Menjadi perawat, terlebih perawat lansia, memang tidak mudah. Butuh kesabaran ekstra dan jiwa pengabdian yang tulus. Belum lagi stigma mengurus orang tua susah lantaran saat memasuki fase penuaan, manusia akan kembali bertingkah seperti anak-anak. Tak heran jika profesi mulia itu tidak banyak dilirik anak muda jika dibandingkan profesi bergengsi lain.

"Ada yang bilang, satu ibu bisa merawat sepuluh anak, tapi sepuluh anak belum tentu bisa merawat satu ibu. Aku melihat sendiri itu terjadi waktu praktik di panti werda," tutur Vernanda.

Selepas praktik lapangan di Griya Werdha Jambangan, Vernanda dan Sisi mengungkapkan keinginannya untuk menjadi perawat lansia setelah lulus. "Kadang memang kami capek, bosen kerjanya gitu-gitu aja. Tapi, kembali lagi, tujuan jadi perawat memberikan asuhan keperawatan yang psiko-sosio-kultural-spiritual secara holistik," ujar Vernanda. (*/c18/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore