
Warga menemukan bangkai pesawat Merpati yang celaka pada 1991 di Gunung Tihengo, Februari 2018.
Pesawat Merpati yang jatuh 27 tahun lalu ditemukan lagi oleh warga yang tengah mencari kayu. Seluruh penumpang dan krunya ketika itu harus bertahan hidup berhari-hari cuma dengan air rotan.
JITRO PAPUTUNGAN, Gorontalo
---
SUDAH hampir tiga dekade berlalu. Tapi, tak butuh waktu lama bagi Erwin Giasi untuk mengenali foto pesawat itu.
"Oh iya, benar ini pesawatnya. Sama persis," katanya kepada Gorontalo Post pada Rabu (7/3).
Kepada mantan anggota DPRD Kota Gorontalo itu, ditunjukkan foto penemuan bangkai pesawat Merpati Nusantara Airlines yang viral di media sosial. "Ternyata, ada ya masyarakat yang bisa sampai di sana. Saya enam hari di hutan itu dan hampir mati," tutur Erwin.
Pesawat yang dimaksud jenis Casa 212 tipe 200 dengan register PK-NYC Pesawat dengan nomor penerbangan MZ 7970 itu lepas landas dari Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, pada Rabu, 30 Januari 1991. Atau lebih dari 27 tahun silam. Mengutip kliping berita berbagai koran nasional, termasuk Jawa Pos, yang dikoleksi Erwin, pesawat itu jatuh saat sekitar 15 menit lagi akan mendarat di Bandara Djalaluddin, Gorontalo. Jatuhnya di hutan Tihengo, Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara. Berbatasan dengan Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango.
Pesawat milik maskapai pelat merah yang sudah tidak beroperasi lagi itu beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di Gorontalo. Gara-garanya, unggahan di akun Facebook @yanti polingala.
Dalam unggahan pada 6 Maret 2018 tersebut, si pemilik akun hanya memberikan keterangan, "Pesawat yang jatuh, tidak tau tahun brpa." Belakangan diketahui, yang ber-wefie dengan latar belakang pesawat nahas tersebut merupakan warga Desa Mongiilo, Kecamatan Bulango Ulu.
Seperti dilansir Gorontalo Post, mereka sebenarnya hendak mencari kayu di tengah hutan. Tapi, di tengah perjalanan, mereka menemukan bangkai pesawat tersebut.
"Menemukan" di sini sebenarnya tidak tepat betul. Yang benar adalah "menemukan kembali".
Sebab, seperti dituturkan Erwin, enam hari setelah jatuh, tim SAR berhasil menemukan lokasi pesawat. Sekaligus mengevakuasi keseluruhan penumpang dan kru.
Salah seorang di antara 18 penumpang yang selamat saat pesawat jatuh adalah Tomy Sako. Dia meninggal sebelum sempat dievakuasi. "Pak Tomy Sako meninggal karena asma dan usianya memang sudah tua, 70 tahun," papar Erwin.
Nah, setelah evakuasi tersebut, seiring dengan berjalannya waktu, bangkai pesawat itu terlupakan. Konon, sempat ada warga Bolaang Mongondow yang sampai ke lokasi bangkai pesawat pada 2014. Sampai kemudian bangkai pesawat tersebut ditemukan lagi oleh warga Desa Mongiilo tersebut.
"Saya baru tahu kalau di Gorontalo pernah ada kecelakaan pesawat yang seluruh penumpangnya selamat," ucap Ahmad Rauf, warga Kota Gorontalo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
