
KAWAH CANDRADIMUKA - Beberapa biksu tampak sedang beraktivitas di Kuil Phrathat Doi Wao. Di kuil ini, Ekkapol Chantawong 10 tahun menimba ilmu sebagai biksu.
Saat 12 anak Moo Pa terjebak di gua, banyak orang menyalahkan Ekkapol Chantawong, asisten pelatih klub sepak bola Moo Pa. Namun, di balik proses penyelamatan anak-anak yang begitu dramatis, nama Ekkapol dianggap pahlawan. Berikut laporan wartawan Jawa Pos AHMAD BAIDHOWI dari Mae Sai, Thailand.
---
TANDA peringatan itu terpampang jelas di depan mulut Thum (Gua) Luang. Dilarang masuk saat musim monsoon (hujan badai). Di Thailand, monsoon adalah periode curah hujan yang sangat tinggi. Hampir setiap hari turun hujan lebat. Biasanya berlangsung Juni-Agustus.
Ekkapol (baca: Ekkapong), yang tumbuh besar di wilayah pegunungan Doi Nang Non tersebut, semestinya tahu peringatan tanda bahaya itu Tapi, papan larangan tersebut tak kuasa meredam jiwa petualangan Ekkapol bersama 12 anggota klub sepak bolanya.
"Mereka (Ekkapol dan anak-anak didiknya, Red) memang gemar bertualang di pegunungan. Kadang bersepeda, kadang berlari," kata Tilek Jana, 14, murid kelas VIII di Prasitsart School, saat saya temui di sekolahnya Kamis lalu (12/7).
Enam di antara 12 anak yang terjebak di Thum Luang menimba ilmu di sekolah yang terletak 2 kilometer dari perbatasan Thailand dan Myanmar itu. Termasuk Duangphet Phromthep, 13, sang kapten dan striker Moo Pa.
Pantas saja kalau klub itu menyandang nama Moo Pa yang dalam bahasa Thailand berarti babi hutan liar. Orang Thailand mengiaskan Moo Pa sebagai klub yang "berbahaya dan menakutkan".
Dan, Thum Luang bukan tempat asing bagi anak-anak Moo Pa. Mereka beberapa kali berlatih di lapangan kecil di dekat gua yang panjangnya sekitar 10 kilometer itu. Seusai berlatih, Ekkapol terkadang mengajak anak-anak asuhnya mandi di air terjun sekitar gua. Pegunungan dengan kontur mirip gadis yang tengah berbaring tersebut memang memiliki banyak air terjun dan gua.
Beberapa kali anak-anak Moo Pa juga diajak masuk di Thum Luang. "Sampai ada yang menyebut Thum Luang adalah guanya Moo Pa," kata Tilek.
Klub yang didirikan Nopparat Khantawong sebagai pelatih kepala pada 2015 itu memiliki akademi sepak bola usia di bawah 13 tahun (U-13), U-15, dan U-19. Salah satu ritual inaugurasi anggota klub itu adalah menjelajahi Thum Luang. Lalu, mengukir nama mereka di bebatuan dalam gua tersebut.
Pada 23 Juni lalu, Ekkapol kembali mengajak 12 anggota klub untuk menjelajahi Thum Luang. Mereka masuk hingga 4 kilometer. Tak diduga, hujan lebat tiba-tiba turun. Airnya membanjiri gua. Menutup lorong-lorong gua yang kontur tanahnya naik turun. Akibatnya, Ekkapol dan 12 anak asuhnya pun terjebak di dalam gua yang gelap dan dingin.
Hingga malam tak ada kabar dari Ekkapol dan anak-anak yang terjebak di dalam gua. Para orang tua pun mulai panik. Mereka menghubungi Nopparat Khantawong, sang pelatih utama, yang ternyata juga bingung karena tak bisa menghubungi Ekkapol. Namun, Nopparat akhirnya dapat informasi bahwa sang asisten pelatih bersama 12 anak asuhnya berada di dalam Thum Luang.
Keesokan harinya, Nopparat bergegas menuju Thum Luang. Namun, dia hanya menemukan sepeda dan sepatu sepak bola anak-anak di mulut gua. Perasaannya tambah panik saat melihat lorong gua yang tergenang air kecokelatan. Genangannya semakin tinggi, seiring lebatnya curah hujan.
"Saya berteriak sekeras-kerasnya dari mulut gua, memanggil mereka. Tapi, tak ada jawaban. Saya langsung lemas. Keringat dingin membanjiri (tubuh, Red) saya," ceritanya seperti di kutip koran-koran lokal Thailand.
Sejak itu, operasi pencarian dan penyelamatan pun dimulai. Berita terjebaknya pelatih dan anak-anak Moo Pa di Thum Luang langsung menyebar ke mana-mana.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
