Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 20.53 WIB

Menjaga Kelestarian Dunia Literasi dari Ruang Terbuka Hijau

Adam,24, dan Ayuni ,22, berpose di depan lapak membaca gratis

 

Berbuat kebaikan tidak boleh berhenti. Selain itu, berbuat kebaikan juga tak hanya sebatas membantu orang lain dengan memberikan sejumlah uang. Ada berbagai macam nilai kebaikan lain yang bisa disebarluaskan mulai dengan ide atau gagasan, untuk membuat orang lain merasa bahagia seperti apa yang kita rasakan. Contohnya dengan membuat gerakan membaca secara gratis seperti yang dilakukan Adam dan Ayuni.

Kuswandi, Jakarta Selatan

MATAHARI sudah mulai menyengat kulit. Para pengunjung Taman Spatodhea, Jagakarsa, Jakarta Selatan juga sudah satu persatu meninggalkan ruang terbuka hijau seluas 2,3 hektar, yang terletak di ujung Selatan Kota Megapolitan itu.

Namun wajah Kaisar Adam,24, dan Qurotal A'yuni,22, masih kelihatan semringah. Tak terlihat gurat lelah, senyum bibir kedua anak muda ini tetap merekah, setia menunggu para pengunjung taman untuk mendatangi lapak membaca buku secara gratis yang digerakannya.

''Banyak yang baca tadi pagi mas,’’ kata pria yang karib disapa Adam ini, saat berbincang dengan JawaPos.com, Minggu (21/9) siang.

Selain menggelar lapak membaca gratis yang diberi nama ’’Maribaca’’, Adam dan Ayuni juga menggelar lapak gratis menggambar untuk anak-anak.

''Biasanya orang tuanya membaca, lalu anaknya menggambar di samping,’’ jelas Adam sembari menengok ke arah ke lapak menggambar.

Adam menuturkan, ide awal melakukan gerakan membaca gratis ini, dilakukan dirinya dan Ayuni pada Juli 2025 lalu, karena merasa resah dengan kondisi dan situasi dunia literasi di Indonesia.

Karena tak semua orang memiliki akses bacaan berkualitas, ditambah kecukupan uang untuk membeli kebutuhan sekunder tersebut, maka dirinya dan sahabatnya itu berinisiatif menggelar lapak membaca buku gratis, di tempat yang banyak dikunjungi orang secara gratis.

Selain itu, dia juga ingin mengenalkan beberapa sastrawan Indonesia, lewat buku-buku yang digelar di lapaknya.

''Supaya kenal-kenal sejumlah sastrawan Indonesia, seperti Pramoedya Ananta Toer, Mochtar Lubis dan lain-lain,’’ tutur pria yang tengah menempuh gelar master di Kampus UHAMKA itu.

Nantinya, dengan mudahnya masyarakat mengakses buku gratis dan mengenal para penulisnya, diharapkan bisa meningkatkan minat baca masyarakat di Indonesia yang masih tergolong rendah.

“Buka di Hari Minggu dari pukul 07.00 Wib-10.00 Wib,’’ tutur Adam.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore