Adam,24, dan Ayuni ,22, berpose di depan lapak membaca gratis
Berbuat kebaikan tidak boleh berhenti. Selain itu, berbuat kebaikan juga tak hanya sebatas membantu orang lain dengan memberikan sejumlah uang. Ada berbagai macam nilai kebaikan lain yang bisa disebarluaskan mulai dengan ide atau gagasan, untuk membuat orang lain merasa bahagia seperti apa yang kita rasakan. Contohnya dengan membuat gerakan membaca secara gratis seperti yang dilakukan Adam dan Ayuni.
Kuswandi, Jakarta Selatan
MATAHARI sudah mulai menyengat kulit. Para pengunjung Taman Spatodhea, Jagakarsa, Jakarta Selatan juga sudah satu persatu meninggalkan ruang terbuka hijau seluas 2,3 hektar, yang terletak di ujung Selatan Kota Megapolitan itu.
Namun wajah Kaisar Adam,24, dan Qurotal A'yuni,22, masih kelihatan semringah. Tak terlihat gurat lelah, senyum bibir kedua anak muda ini tetap merekah, setia menunggu para pengunjung taman untuk mendatangi lapak membaca buku secara gratis yang digerakannya.
''Banyak yang baca tadi pagi mas,’’ kata pria yang karib disapa Adam ini, saat berbincang dengan JawaPos.com, Minggu (21/9) siang.
Selain menggelar lapak membaca gratis yang diberi nama ’’Maribaca’’, Adam dan Ayuni juga menggelar lapak gratis menggambar untuk anak-anak.
''Biasanya orang tuanya membaca, lalu anaknya menggambar di samping,’’ jelas Adam sembari menengok ke arah ke lapak menggambar.
Adam menuturkan, ide awal melakukan gerakan membaca gratis ini, dilakukan dirinya dan Ayuni pada Juli 2025 lalu, karena merasa resah dengan kondisi dan situasi dunia literasi di Indonesia.
Karena tak semua orang memiliki akses bacaan berkualitas, ditambah kecukupan uang untuk membeli kebutuhan sekunder tersebut, maka dirinya dan sahabatnya itu berinisiatif menggelar lapak membaca buku gratis, di tempat yang banyak dikunjungi orang secara gratis.
Selain itu, dia juga ingin mengenalkan beberapa sastrawan Indonesia, lewat buku-buku yang digelar di lapaknya.
''Supaya kenal-kenal sejumlah sastrawan Indonesia, seperti Pramoedya Ananta Toer, Mochtar Lubis dan lain-lain,’’ tutur pria yang tengah menempuh gelar master di Kampus UHAMKA itu.
Nantinya, dengan mudahnya masyarakat mengakses buku gratis dan mengenal para penulisnya, diharapkan bisa meningkatkan minat baca masyarakat di Indonesia yang masih tergolong rendah.
“Buka di Hari Minggu dari pukul 07.00 Wib-10.00 Wib,’’ tutur Adam.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
