Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 September 2018 | 03.43 WIB

Tri Maharani, Satu-satunya Dokter Pakar Bisa Ular di Indonesia

BUKTI: Dokter Tri Maharani menunjukkan ular yang diawetkan dalam botol. Ular-ular itulah yang menggigit pasiennya. - Image

BUKTI: Dokter Tri Maharani menunjukkan ular yang diawetkan dalam botol. Ular-ular itulah yang menggigit pasiennya.

Hampir tiap hari Tri Maharani memandu lewat telepon petugas medis di berbagai daerah yang menolong korban gigitan ular. Di Indonesia, ada 76 jenis ular berbisa, tapi cuma tersedia tiga antibisa.


RAMONA TIARA VALENTIN, Kediri


---


TAHUKAH Anda, ada berapa jenis ular berbisa di Indonesia? Ada 76 jenisnya. Juga, tahukah Anda berapa antibisa yang sudah ada di Indonesia? Cuma 3.


"Antibisa untuk gigitan kobra, welang, dan ular tanah," kata Tri Maharani kepada Jawa Pos Radar Kediri.


Tri adalah dokter dengan spesialisasi emergency medicine. Subspesialisasinya adalah toksinologi alias ilmu tentang bermacam-macam racun. Dia memiliki kepakaran khusus di bidang langka: penanganan bisa ular dan gigitan hewan berbahaya.


Di seluruh dunia, hanya 53 dokter yang tercatat punya kepakaran demikian. Juga, Maha -sapaan akrabnya- satu-satunya di Indonesia.


Fakta itu ironis sebenarnya. Sebab, secara geografis, Indonesia kaya gunung, hutan, dan sungai. Wilayah-wilayah subur tumbuh kembangnya ular. Total, ada 348 jenis ular yang tersebar di penjuru negeri ini.


Sebagai gambaran, Maha menyebutkan, pada 2016 di Indonesia 135 ribu orang terkena gigitan ular. Sebanyak 728 orang di antaranya digigit ular berbisa. Akibatnya, 35 korban meninggal.


Tak heran, dalam setahun Maha bisa menangani lebih dari 700 pasien. Baik yang berkonsultasi langsung di rumah sakit tempat dia bekerja maupun di rumah sakit wilayah lain. "Atau, ada juga yang konsul lewat online melalui blog yang saya bikin," katanya.


Kisah pertautan kepala Instalasi Gawat Darurat RS Daha Husada, Kediri, Jawa Timur, itu dengan kepakaran yang langka tersebut dimulai pada 2012.


Saat itu Maha mengikuti short course di Malaysia yang membahas bisa ular.


"Waktu itu ada teman saya bilang, angka gigitan ular di Indonesia cukup besar," tutur lulusan sarjana kedokteran Universitas Brawijaya itu saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri di kediamannya di Jalan Dr Wahidin, Kediri.


Dari sana, muncul keprihatinan dan semangat dalam diri Maha. Dia pun mulai berusaha memahami ular, bisa, hingga gigitannya.


Perempuan yang mendapatkan penghargaan sebagai Wanita Inspirasi Indonesia 2016 itu pun lantas membulatkan tekad berkeliling Indonesia. Dengan menggunakan uang pribadi. Untuk memberikan edukasi ke tenaga medis maupun masyarakat awam.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore