
SEWANYA PULUHAN JUTA: Salah satu peserta karnaval di Desa Klotok, Tuban, pada perayaan Agustusan tahun. (Rofi’i untuk Jawa Pos Radar Tuban)
SOUND horeg tak hanya menghadapi resistansi warga yang tak tahan dengan kebisingan yang ditimbulkan. Tapi, juga aturan yang membatasi pergerakannya.
Misalnya, di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Mengutip Jawa Pos Radar Malang, dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Malang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, pada pasal 15 disebutkan bahwa setiap orang atau badan dilarang menyelenggarakan kegiatan dengan pengeras suara berintensitas lebih dari 60 desibel. Selain itu, penyelenggaraan juga harus dilaksanakan di lokasi yang jauh dari permukiman warga.
Agustus lalu, menjelang perayaan 17-an, Pj Bupati Pasuruan, Jawa Timur, Andriyanto juga mengeluarkan surat edaran tentang penyelenggaraan karnaval dan hiburan keramaian yang menggunakan sound horeg. Di antara poin pentingnya kala itu, panitia penyelenggara harus mendapatkan izin kepolisian. Juga, pembatasan penggunaan kendaraan sound system.
Di Kabupaten Malang, yang bisa dibilang salah satu sentra sound horeg, kepolisian setempat bahkan sudah tidak mengeluarkan izin sound horeg. ”Sejak 20 September 2023 sudah tidak mengeluarkan izin kegiatan check sound (tes sound horeg),’’ terang Kabag Ops Polres Malang Kompol M. Bagus Kurniawan kepada Jawa Pos Radar Malang.
Bagus menyebut pihaknya bahkan pernah turun ke lokasi untuk melakukan penindakan. ’’Tahun 2023 pernah di Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, warga menyelenggarakan acara pakai sound horeg, tapi ditaruh dekat sekolah,’’ ungkap dia.
Bhabinkamtibmas pun diturunkan. Setelah dilakukan pembahasan, pengeras suara tersebut dipindahkan.
Tapi, turun tangannya polisi dan satpol PP ternyata menuai pro-kontra. Dalam serangkaian penelitian bersama kalangan kampus dan peserta focus group discussion (FGD), Bagus menyebut bahwa sound horeg merupakan fenomena yang kompleks di masyarakat. Meski banyak yang mengecam, tidak sedikit pula yang mendukung.
Bagus menambahkan, perhelatan sound horeg jadi semacam kebanggaan bagi suatu permukiman. Di sisi lain, penggemar dan penyelenggara tidak resistan terhadap pembatasan.
”Misal pembatasan waktu, mereka justru senang karena penyelenggaraan acara sound horeg itu mengeluarkan banyak biaya. Mereka juga punya semacam regu keamanan sendiri yang lebih didengar warganya,’’ imbuh Bagus.
Menurut musikolog Erie Setiawan, sound horeg pada dasarnya lanskap industri. Efek kemajuan teknologi tata suara yang merangsang vendor atau praktisi sound untuk merajut daya kreativitas.
”Teknologi tata suara adalah teknologi yang terus berkembang,” kata musikolog yang bermukim di Jogjakarta itu kepada Jawa Pos.
Bagus menambahkan, para panitia penyelenggara selama ini juga bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan. ”Mereka perbaiki yang rusak. Karena itu, tidak pernah didapati kasus sound horeg yang diselesaikan secara hukum,” ujarnya.
Lalu, akankah tren sound horeg itu awet? Menurut Erie, sound horeg pada substansinya sebuah delivery mechanism atau bagaimana suara didistribusikan ke pendengar dengan konsep/cara/perangkat tertentu. Jika dianalisis dari konteks psiko-akustik, lebih mengutamakan volume ketimbang clarity, lebih cenderung ”keras” daripada ”jernih/jelas”.
”Horeg masih akan terus hidup sejauh belum ada larangan atau peraturan tertentu yang membatasi ruang gerak pelakunya, terlebih jika speaker dan segala sistemnya masih terus diproduksi/bisa dibeli dan dibuat,” kata Erie. (biy/c6/ttg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
