Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 November 2016 | 01.26 WIB

Mengenang Yu Djum, Empu Gudeg Jogja Yang Telah Berpulang

LEGENDA KULINER: Djuhariah alias Yu Djum semasa hidupnya (kiri) dan gudeg khasnya buatannya. - Image

LEGENDA KULINER: Djuhariah alias Yu Djum semasa hidupnya (kiri) dan gudeg khasnya buatannya.

Gudeg Yu Djum menjadi salah satu kuliner yang paling dicari wisatawan ketika mereka datang di Jogja. Kelezatannya tidak terlepas dari resep sang empunya, Djuhariah. Legenda kuliner Jogja tersebut telah berpulang pada usia 85 tahun di Rumah Sakit Bethesda Jogjakarta pukul 18.00 Senin (14/11) karena kondisi kesehatan yang menurun.



--



MESKI terkenal dengan kelezatan masakannya, tidak banyak yang tahu bagaimana kehidupan sang empu gudeg Jogja Djuhariah di balik kesuksesannya selama ini. Nenek yang mempunyai 12 cucu dari empat orang anak tersebut menjual gudeg sejak berusia 17 tahun.



Kediamannya di CT 3 No 22, Karangasem, Mbarek, Caturtunggal, Sleman, menjadi tempat untuk memasak masakan berbahan baku nangka muda tersebut hingga saat ini.



Sebelum usahanya sesukses sekarang, Yu Djum berjualan dengan berjalan kaki dari rumahnya tersebut sampai Plengkung Wijilan, Jogja. Masakannya yang enak membuat dagangannya laris dan menerima banyak pesanan. Kegigihan dan kerja kerasnya membawa Yu Djum sukses membesarkan usaha gudegnya tersebut.



Menurut Tri Widodo, salah seorang menantu almarhumah, Yu Djum adalah sosok ibu yang tegas dan pekerja keras. Walaupun tubuhnya sudah renta dan tidak sekuat dulu, Yu Djum terus membantu aktivitas di dapur.



’’Ibu itu susah kalau disuruh istirahat. Katanya, badannya malah sakit kalau diam saja di rumah,’’ ungkapnya kemarin.



Dalam mendidik anak-anaknya, Yu Djum juga sangat tegas dan keras. Namun, ketika bersosialisasi dengan pembeli atau dengan warga sekitar, sosoknya terkenal sangat ramah dan penyayang. Kesuksesannya pun tidak membuat Yu Djum lupa diri dan hidup bermewah-mewah. Rumah yang ditempatinya hingga saat ini sangatlah sederhana.



Salah seorang tetangganya, Kusnanto, mengatakan bahwa Yu Djum sangat baik dengan tetangga sekitar. ’’Beliau sangat rendah hati, tidak sombong dengan apa yang dia miliki sekarang,’’ tuturnya.



Jauh sebelum meninggal, Yu Djum sudah mewariskan resep rahasia gudegnya kepada anak dan cucu. Termasuk rahasia memilih bahan baku yang berkualitas.



Anak dan cucu-cucunya juga membantu mengelola beberapa cabang Gudeg Yu Djum di Jogjakarta. Karena banyaknya pembeli dan pesanan di semua cabang rumah makannya, sehari mereka bisa memesan satu kuintal nangka muda (gori) yang akan dijadikan gudeg. Terlebih pada musim liburan, pasti persediaannya dua kali lipat daripada hari biasa.



Kepergian Yu Djum membuat sanak saudaranya sangat kehilangan. Kerja keras dan kegigihannya menjalani hidup serta membesarkan anak-anaknya akan tetap diingat oleh publik Jogja. (cr1/ila/c4/ami)

Editor: Fim Jepe
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore