
PENGALAMAN BARU: Aldy Firmansyah siap menjalankan tanggung jawabnya sebagai Duta Wisata Guk & Yuk Sidoarjo 2016.
Selama ini Aldy belum pernah mengikuti pemilihan duta apa pun. Namun, melihat perkembangan sektor pariwisata di Kota Delta yang dinilainya lamban, dia tertantang untuk berpartisipasi menjadi duta wisata.
RESVIA AFRILENE
ALDY Firmansyah baru saja menjalani perawatan wajah. Salah satunya, peeling. Tujuannya, mengangkat komedo di wajahnya. Sejurus kemudian, dia tampak kebingungan melihat lima botol krim wajah di dalam kantong yang diberikan kepadanya.
’’Aduh, banyak banget. Aku nanti bingung pakainya gimana,’’ ucap Aldy di salah satu skin care Sidoarjo Senin (14/11).
’’Harus mulai belajar rawat kulit nih. Apalagi, habis ini mau magang di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Beijing,’’ lanjutnya.
Aldy tidak mengada-ada. Selama ini dia memang belum pernah bersentuhan dengan rutinitas perawatan wajah. Bahkan, berpikir menjadi model atau duta pun sama sekali tak pernah terlintas di benaknya.
Hobinya selama ini adalah basket dan berkuda. Sama sekali tak berhubungan dengan aktivitas promosi kepariwisataan. Aldy mulai tertarik dengan dunia pariwisata setelah menjadi mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Airlangga.
Menurut mahasiswa semester tujuh itu, salah satu penentu kemajuan ekonomi sebuah negara di era globalisasi ini adalah ekonomi kreatif. Sektor tersebut berhubungan erat dengan dunia pariwisata.
’’Makanya, Indonesia sampai punya state branding Wonderful Indonesia,’’ tutur Aldy. Di mata Aldy, Sidoarjo harus mengambil peran dalam agenda nasional tersebut.
Apalagi, letak Sidoarjo sangat strategis. Namun, banyak orang yang sekadar lewat. ’’Kenapa nggak mampir dan melihat pesonanya (Sidoarjo, Red),’’ cetus pemuda 21 tahun itu.
Saat melihat pengumuman Pemilihan Duta Wisata Guk & Yuk Sidoarjo 2016, Aldy langsung bertekad bulat untuk berpartisipasi.
Dia menilai bahwa Duta Wisata Guk & Yuk yang langsung dinaungi Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sidoarjo seharusnya menjadi garda terdepan untuk mempromosikan destinasi wisata Kota Delta.
’’Aku sadar perkembangan sektor wisata di Sidoarjo masih lambat banget. Malah kok kayak kurang diperhatikan,’’ kata cowok berdarah Jawa-Tionghoa itu.
Dia mencontohkan buruknya akses jalan ke Candi Pari. Padahal, candi tersebut merupakan ikon Sidoarjo. Niat Aldy untuk mengikuti ajang pemilihan Guk & Yuk juga sangat didukung orang tuanya, Adam Malik dan Linda Harita.
’’Kalau aku minta sepatu basket yang mahal, dibeliinnya pakai omelan dulu. Nah, kemarin itu (ikut Guk & Yuk, Red) malah aku tinggal milih butuh apa,’’ ungkap Aldy sambil menunjuk sepatu pantofel berwarna hitam bermotif yang dikenakannya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
