Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Februari 2024 | 17.38 WIB

Pasang Surut Pendapatan Pedagang Pernak-Pernik Imlek di Kawasan Glodok

Keramaian pedagang asesories imlek di sudut Jakarta, terutama di lokasi-lokasi yang dihuni komunitas Tionghoa. Salah satunya di kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat. - Image

Keramaian pedagang asesories imlek di sudut Jakarta, terutama di lokasi-lokasi yang dihuni komunitas Tionghoa. Salah satunya di kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.

JawaPos.com - Menjelang tahun baru Imlek yang jatuh pada Sabtu (10/2/2024), setiap sudut Jakarta terutama di lokasi-lokasi yang dihuni komunitas Tionghoa mulai semarak. Salah satunya di kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.

Kawasan yang merupakan pusat budaya Tionghoa di Jakarta itu sudah terlihat semarak dalam beberapa hari terakhir. Berbagai macam pedagang pernak- pernik Imlek, busana tradisional Cina, hingga kue khas Imlek berjejer di sepanjang kawasan pecinan tersebut.

Salah satu pedagang, Yanti (48) misalnya. Dirinya mengaku mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan pernak-pernik imlek mulai dari lampion, angpao, hingga aksesori lainnya.

"Kalau yang paling banyak lakunya itu angpao," katanya saat ditemui JawaPos.com di lapak jualannya.

Yanti sendiri sudah 12 tahun berjualan pernak-pernik Imlek. Dia mengaku mengulak kepada seorang distributor di daerah Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sekali mengulak, Yanti biasanya memesan dalam jumlah banyak, lalu diperdagangkan dua bulan sebelum perayaan Imlek tiba.

"Ya pokoknya setiap musim imlek kita pasti buka lapak di sini, kalau hari biasa kita jualan es tebu," ujarnya.

Menjelang tiga hari perayaan Imlek, Yanti mengatakan hampir setengah stok dagangannya terjual. Meski belum habis semua, Ia mengaku sudah mendapatkan untung 30 persen dari penjualannya itu.

"Sebenarnya kalau dibandingin tahun lalu, lebih ramai tahun lalu, engga tahu kenapa ya, paling karena bentrok sama Pemilu," ujarnya heran.

Selain itu, Yanti mengatakan, kurangnya pembeli di kiosnya dikarenakan saat ini banyak masyarakat membeli pernak-pernik melalui toko daring atau marketplace.

"Dulu pernah main di online, cuma sekarang udah enggak. Terlalu beban di ongkos kirimnya. Mending datang aja biar lebih jelas liat barangnya, kalau online kan ada yang rusak (patah) banyak komplain," imbuhnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Acin (45), saorang pedagang kue keranjang (Dodol Cina) itu mengaku keuntungan yang didapatnya tidak sebanding dengan tahun lalu.

"Kalau dibanding tahun lalu, itu turun 70-80 persen lah (keuntungannya)," ujar Acin yang juga berjualan sejak dua bulan lalu ini.

Meski demikian, Acin masih berharap ada keberuntungan di sisa hari menjelang perahayaan Imlek 10 Februari 2024 nanti.
"Ya semoga nanti bisa beruntunglah kaya shio naga kayu tahun ini," imbuhnya.

Berbeda dengan Yanti dan Acin, pedagang lain, Lina (28) mengaku mengalami peningkatan pendapatan di Imlek tahun ini. Di kios lapaknya yang berukuran 3x4 meter, Lina bersama bibinya berdagang pernak-pernik lampion, angpao, hingga bunga Mei Hwa.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore