
JALUR NAIK-TURUN: Minibus feeder Trans Jatim saat melewati kawasan Cangar yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu, Jawa Timur (24/1).
Rute Cangar yang menghubungkan dua destinasi wisata populer di Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu melewati jalur sempit, naik-turun, dan tikungan tajam, tapi di sisi lain juga penuh pemandangan beragam. Tempat istirahat paling ramai di desa adat yang terkenal dengan nasi jagungnya.
RETNO DYAH AGUSTINA, Kabupaten Mojokerto-Kota Batu
NAMANYA saja sudah cukup membuat keringat dingin mengucur: Jurang Kutukan. Sebuah titik sempit, hanya cukup satu kendaraan, di jalur Cangar yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto ke Kota Batu (dan sebaliknya), Jawa Timur.
Pada Rabu (24/1) siang pekan lalu itu, dari feeder Trans Jatim yang Jawa Pos naiki, tampak satu kendaraan dari arah Batu mundur untuk memberi jalan kendaraan dari arah Mojokerto. Ada sejumlah relawan yang membantu.
Para relawan memang secara bergantian berjaga di titik tersebut. Mereka mengatur pergiliran arus lewat kendaraan dari kedua arah.
”Kalau dari sisi satunya ada kendaraan, kita memang mesti berhenti,” ucap Hoistiadi, petugas Dinas Perhubungan Jatim yang bertugas di rute tersebut.
Pada Rabu pekan lalu itu, minibus feeder Trans Jatim bersama PO Bagong yang melintasi rute Mojokerto–Batu via Cangar resmi diluncurkan di Terminal Kertajaya, Mojokerto. Dari Mojokerto ke Batu lewat Cangar bisa memangkas jarak sekitar 24 kilometer ketimbang harus memutar dulu melalui jalur reguler via Malang.
Pengguna bisa naik minibus yang melayani jarak total 74 kilometer tersebut di Terminal Kertajaya, Mojokerto. Beroperasi dari pukul 05.00 hingga 15.00. Begitu pula keberangkatan dari Terminal Batu.
Harga tiket Rp 30 ribu. Bisa dibayar secara tunai pas di jalan atau pesan di loket terminal. Kalau mau cashless, harus di terminal atau pesan dulu di OTA (online travel agency/sementara baru Traveloka).
”Keberangkatannya tiap satu jam sekali,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono.
Jalur yang berada di lereng Gunung Welirang dan Gunung Anjasmoro tersebut menghubungkan dua destinasi wisata populer di Jawa Timur, bahkan nasional: Pacet, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Batu. Sebuah jalur paket lengkap. Ada jalanan landai ala perkotaan. Ada pula tanjakan, turunan, serta tikungan khas kawasan pegunungan.
Pemandangannya juga beragam. Hutan, tebing, hingga hamparan sawah. Titik wisata air terjun tersebar di beberapa titik. Sebuah pilihan mengasyikkan bagi penggemar perjalanan darat.
Tapi, di sisi lain, Cangar juga salah satu jalur ekstrem di Jawa Timur. Setidaknya ada empat tikungan tajam yang langsung menanjak.
Dari kawasan Pacet, jalur mulai menanjak dan cenderung menyempit. Perjalanan dilanjutkan hingga ke area Sendi yang berada di tengah-tengah antara Pacet dan Batu. Perumahan warga beralih jadi rimbunnya pepohonan. Kondisi jalan juga kian meliuk.
Bagi yang mudah mabuk, waspada! Obat antimabuk jadi bekal wajib. Meski minibusnya nyaman dan adem, kondisi jalan jelas tak bisa diakali.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
