Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Agustus 2022 | 00.31 WIB

Pejuang Keturunan, Rosiana Alim Merasa Tidak Sendiri berkat Komunitas

Rosiana Alim, penggagas Komunitas Menuju Dua Garis. (ROSIANA ALIM UNTUK JAWA POS) - Image

Rosiana Alim, penggagas Komunitas Menuju Dua Garis. (ROSIANA ALIM UNTUK JAWA POS)

JawaPos.com - Rosiana Alim tahu susahnya menjadi IVF warrior alias pejuang bayi tabung. Selama satu dekade, perempuan yang akrab disapa Mizz Rosie itu menjalani rangkaian konsultasi dan pemeriksaan medis demi bisa menimang buah hati. Dua IVF gagal. Tapi, penggagas Komunitas Menuju Dua Garis (MDG) itu tidak menyerah.

Sejak April tahun lalu, kesibukan Rosie bertambah. Sebagai pendiri sekaligus pengelola MDG, dia adalah pilar penting yang menghubungkan semua anggota. Sampai saat ini, anggota komunitas yang bergabung di Instagram mencapai 18 ribu. Sementara itu, anggota di Telegram tercatat 500 laki-laki dan 700 perempuan. Masing-masing punya kasus medis yang berbeda dan kisah-kisah inspiratif yang beragam.

’’Lewat komunitas, banyak yang terbantu dan memperoleh manfaat. Mereka menyampaikan kepada saya, ’Terima kasih ya, Mizz Rosie. Sekarang saya sudah berani melangkah, tidak merasa sendiri’,” paparnya kepada Jawa Pos saat berbincang pada akhir Juli.

Rosie sengaja mengaktivasi semua platform media sosial agar komunitasnya mudah ditemukan. Dengan demikian, program-program komunitas bisa diakses juga oleh lebih banyak orang. Di antaranya, konsultasi gratis bersama dokter, rekomendasi suplemen, rekomendasi rumah sakit, sharing session, dan kopi darat dengan sesama anggota MDG.

Rosie selalu menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan infertilitas. Dia memotivasi anggota komunitasnya agar menerima kondisi diri sendiri. Menerima bahwa mereka terpilih untuk menjalani tantangan hidup yang ’’judul”-nya susah hamil ini. ’’Nyatanya tantangan hidup ini membawa kebaikan bagi saya dan orang sekitar,” tegasnya.

Dia menambahkan, sebagai manusia, dirinya tidak akan berhenti berusaha. Dia juga tidak bisa memastikan apakah nanti dikaruniai momongan atau tidak. ’’Anak itu kedaulatan Tuhan. Namun, saya mau menjalani semua proses dan perjalanan ini dengan hati yang gembira,” papar Rosie.

Kartika yang tergabung dalam MDG mengaku mendapatkan banyak manfaat dari komunitas bentukan Rosie itu. ’’Menjadi wadah kami untuk bercerita dan bertanya. Banyak tips yang saya dapatkan tentang makanan yang cocok untuk promil, vitamin, pola hidup, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Hal yang sama dirasakan Carol. Dengan mengenal sesama pengidap low AMH dalam komunitas, dia merasa lebih percaya diri. Mereka bisa saling terbuka dan curhat tentang kondisi fisik. ’’Anggotanya di grup WhatsApp sudah ratusan. Mayoritas berasal dari Jakarta dan Surabaya. Kalau ada yang cerita, bakal direspons 24 jam. Jadi merasa punya teman dan nggak sendiri. Aku pribadi merasa komunitasku itu segalanya,” terang Carol.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore