
AJUKAN PROTES: M. Sholeh (dua dari kiri) saat melapor di bawaslu Kamis (27/2). (Dimas/Jawa Pos)
M. Sholeh membuka ruang diskusi bagi masyarakat yang mau berkonsultasi hukum kepadanya melalui konten YouTube. Tidak jarang, masalah hukum yang dikontenkannya menemukan solusi.
LUGAS WICAKSONO, Surabaya
M. AMIRUL Hakim bercerita tentang pengalamannya menjadi korban kejahatan jalanan pada 2018 di channel YouTube Cak Sholeh. Dalam tayangan video tersebut, Amirul menerangkan kepada advokat M. Sholeh yang duduk di sampingnya bahwa dirinya dikeroyok gerombolan orang saat melintas di Jalan Gadukan.
Dia tidak sadarkan diri hingga 20 hari dan baru pulih setelah dua tahun. Kasus itu sudah dilaporkan ayahnya ke kepolisian di wilayah Surabaya Utara. Terduga pelaku sudah berhasil diidentifikasi.
’’Tapi, tetap sampai empat tahun ini tidak ada perkembangan atau penetapan tersangka,’’ kata Amirul dalam channel YouTube Cak Sholeh.
Tidak lama setelah Amirul bercerita di YouTube, kasusnya kini ditarik ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan mulai berjalan lagi. Sholeh punya kebiasaan membuat konten YouTube tentang permasalahan masyarakat yang berkonsultasi hukum kepadanya sejak dua tahun terakhir.
Konten itu sengaja dibuat agar kasus dan solusi yang ditawarkannya dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Selain di YouTube, dia mengunggahnya di media sosial lain seperti Instagram dan Facebook. Melalui kontennya, Sholeh ingin masyarakat dapat mengedukasi dirinya sendiri sehingga ketika menghadapi masalah hukum, mereka bisa melangkah sendiri meskipun tanpa didampingi pengacara.
Masyarakat yang berkonsultasi berasal dari berbagai daerah. Mulai Kalimantan, Makassar, Palembang, hingga Riau. Mereka rata-rata kebingungan ketika menghadapi masalah hukum dan tidak tahu apa yang harus diperbuat.
’’Yang paling banyak masalah perceraian, pinjol (pinjaman online), dan masalah kredit kendaraan,’’ katanya.
Sebagian masalah itu akhirnya menemukan solusi setelah dibahas Sholeh di konten YouTube-nya. Misalnya, pengemudi ojek online asal Jawa Tengah yang mengadukan masalah pungutan liar program bedah rumah di desanya, tetapi justru diancam akan dilaporkan ke polisi.
’’Setelah podcast, Ganjar Pranowo (gubernur Jawa Tengah) WA saya minta dihubungkan dengan ojek online itu untuk mengembalikan uangnya,’’ tuturnya.
Sholeh tidak memungut biaya untuk konsultasi. Dia hanya mensyaratkan subscribe YouTube-nya bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi kepadanya. Konsultasi itu juga membantu dirinya mengasah keilmuan hukum. ’’Sekarang era digital, lawyer tidak boleh hanya menunggu orang datang, baru menangani,’’ ucapnya.
Selain itu, Sholeh melayani konsultasi di warung kopi (warkop). Dia berkeliling dari warkop satu ke warkop lainnya. ’’Kasus yang rumit tidak bisa hanya di medsos, harus bertemu. Kami bikin konsep jemput bola keliling warkop. Yang ingin bertemu bikin janji untuk ketemu di warkop,’’ ungkapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
