
SUKA MELIPAT: Brians Tjipto menunjukkan buku dan karya-karyanya. Dia menempati peringkat ke-33 origamer dunia.
Bagi Brians Tjipto, origami tidak dapat dilepaskan dari dunianya. Tidak ada hari tanpa dihabiskan melipat-lipat kertas. Akhir Oktober lalu Brians bersama 31 origamer dari berbagai negara dipercaya membuat e-book origami berjudul Folding Australia 2016.
BRIANIKA IRAWATI
GERAKAN dua tangannya begitu cepat. Tangan kiri menekan sisi kiri kertas origami berwarna jingga, lalu tangan kanannya membentuk lipatan. Hanya dibutuhkan waktu 15 detik, kertas origami tersebut berubah menjadi kelinci.
Kalau dilihat dari kecepatan, pembuatnya pasti sudah terbiasa melipat kertas origami. Ya, itulah yang dilakukan Brians Tjipto saat ditemui di kediamannya di kawasan Surabaya Barat Senin (14/11).
Bentuk bunny (kelinci) itu merupakan karya Brians yang masuk dalam e-book Folding Australia 2016.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Brians juga dipercaya menerbitkan e-book bersama 11 origamer (pakar seni melipat kertas) dunia lainnya di Caracas, Venezuela, pada Oktober.
Dalam buku berjudul IX Convencion Origami Caracas tersebut, Brians menciptakan bentuk dinosaurus T-Rex. Bagaimana dapat menciptakan dua bentuk origami secara bersamaan?
”Karena sudah terbiasa saja. Jadi lebih mudah membuat bentuk baru,” ujar remaja berusia 12 tahun tersebut. Brians menceritakan, penerbit buku di Caracas dan Australia menghubunginya pada September lalu.
Dalam pesat singkat lewat e-mail tersebut, Brians diminta untuk mengirimkan origami ciptaannya. Tanpa pikir panjang. Brians lantas menerima tawaran tersebut. Dia berusaha membuat origami baru.
bentuk T-Rex dan bunny, lanjut dia, langsung terlintas begitu saja di benaknya. Brians selalu memiliki tekad kuat untuk merealisasikan apa saja yang ada dalam benaknya. Termasuk bentuk kelinci dan dinosaurus.
”Langsung saja coba-coba,” jelas siswa kelas VII Spins School tersebut. Untuk dua bentuk ciptaannya tersebut, Brians membutuhkan waktu sekitar satu bulan sampai menghasilkan bentuk akhir.
Susah-susah gampang. Karena itu bentuk baru, Brians harus memastikan prosedur origami ciptaannya tersebut belum pernah diterbitkan sebelumnya. Satu kali coba, gagal.
Dua kali proses, Brians mengaku kurang puas. Kali ketiga, barulah dia menemukan prosedur yang sesuai dengan keinginannya.
”Waktunya hanya selisih tiga hari. Saya langsung iyakan keduanya,” terang remaja kelahiran Surabaya, 29 Mei 2004, itu.
Setelah menemukan bentuk origami kelinci dan dinosaurus tersebut, Brians langsung membuat diagram proses pembuatannya dengan bantuan software Adobe Illustrator (AI).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
