Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Oktober 2018 | 18.05 WIB

Penyeberangan Ujung-Kamal, Nasibmu Kini

KM Jokotole salah satu kapal ferry yang masih melayani penyeberangan Surabaya-Madura. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

KM Jokotole salah satu kapal ferry yang masih melayani penyeberangan Surabaya-Madura. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)


Adakah kemungkinan untuk mengurangi kapal? Rudy menyebut itu sulit dilakukan. Tiga kapal cukup minimal. Jika dikurangi, hal tersebut akan menyulitkan saat ada kapal yang docking. Sebab, masa docking kapal bisa mencapai satu bulan.


Pasca digratiskannya Suramadu, Rudy berharap pelabuhan Ujung tidak ditutup. Sebab, masih ada masyarakat yang memanfaatkannya. Sebagian warga Madura masih nyaman menyeberang laut dengan kapal.


Salah satunya diungkapkan Abdul Muhfi. Lelaki itu juga ingin Ujung-Kamal tidak ditutup. Sebab, aktivitasnya sangat bergantung kondisi kapal.


"Saya lebih nyaman naik kapal. Kalau lewat Suramadu sering kena macet di Jalan Kenjeran," kata Abdul.


Lelaki itu mengaku sudah 20 tahun menunggangi kapal saat perjalanan Madura-Surabaya atau sebaliknya. "Suasananya berbeda saat berada di laut," tutur teknisi salah satu pabrik di Wonocolo, Surabaya, tersebut. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore