
SEHABIS HUJAN: Bianglala menjadi salah satu wahana favorit anak-anak dalam pasar malam di Sepulu. (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)
PASAR malam adalah hiburan alternatif yang sudah sejak lama ada. Dalam perkembangannya, pasar malam bersaing dengan pusat-pusat hiburan urban seperti mal yang terus bertambah jumlahnya.
Sosiolog Universitas Airlangga Bagong Suyanto mengatakan, di tengah derasnya arus modernitas pun, pasar malam masih eksis. Namun memang lebih banyak ditemukan di kawasan pinggir kota. Sebab, pusat-pusat kota lebih sibuk dengan pembangunan mal.
Pasar malam, menurut Bagong, mempunyai fungsi sosial yang baik. Ia mampu membangun kedekatan sosial masyarakat. Di pasar malam orang-orang bertemu sambil melepas penat setelah bekerja. Anak-anak muda membawa pasangannya untuk berkencan. Sementara para orang tua menemani anak-anaknya menikmati wahana-wahana yang ada.
”Fungsi sosial semacam itu belum bisa tergantikan oleh hiburan yang lain. Baik itu tayangan di televisi, di YouTube, ataupun aktivitas bermedia sosial,” tutur Bagong tadi malam.
Sementara itu, kru pasar malam yang terbiasa nomaden biasanya mudah beradaptasi. Mereka bekerja dengan berpindah-pindah, dari satu tempat ke tempat lain, dengan batasan waktu tertentu. Peluang mereka untuk menjalin relasi yang kuat dengan warga sekitar area show mungkin tidak begitu besar. Tetapi, hal tersebut tidak sulit dilakukan.
”Karena mobilitasnya sangat tinggi, mereka juga akan bergaul dengan orang yang berganti-ganti terus. Ini berbeda dengan kaum migran yang memang juga pindah ke lokasi lain untuk bekerja, tetapi menetap di satu kota,” terang Bagong.
Terkait pasar malam yang melibatkan interaksi langsung antarmanusia, Bagong berpesan agar semua orang taat protokol kesehatan. Itu demi stabilnya pergelaran pasar malam dan arus kunjungan. Memang, metode standar tidak selalu bisa diterapkan sama dalam masyarakat. Kedisiplinan dan literasi kesehatan mereka berbeda. ”Masing-masing daya tahan orang berbeda-beda. Masyarakat tertentu punya cara mempertahankan kesehatan yang juga berbeda,” jelasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
