KITAB TERBUKA: Tamara Geraldine seusai perayaan Natal di Jakarta pada Selasa (19/12). Saat ini dia mencurahkan seluruh waktunya untuk Tuhan.
Tamara Geraldine pernah larut dalam glamornya dunia hiburan. Suatu ketika, Tuhan menegur Tamara lewat penyakit berat. Melalui pergumulan panjang dan mendalam, keduanya memutuskan untuk kembali ke jalan Tuhan.
TAMARA merasa hidupnya berakhir saat sirosis hati menggerogoti fisiknya. Dia bahkan dua kali divonis mati. Pada 2005, dokter meramalkan bahwa peluang hidupnya tersisa 1 tahun saja. Namun, dia bertahan sampai lima tahun kemudian saat dokter menyebut usianya tinggal 8 bulan. Remuk redam Tamara menghadapi vonis demi vonis itu.
Meski vonis pertama tidak terbukti, vonis kedua tetap membuat Tamara kalut. Apalagi, kondisi finansialnya ikut memburuk gara-gara penyakit yang dia derita. Dalam depresinya, mantan presenter itu sempat terpikir untuk mengakhiri hidup. Perempuan 49 tahun itu juga memutuskan untuk berpisah dari sang suami, Pham Tien Thinh.
’’Waktu vonis kedua itu saya mikir ya memang ini udah harus pulang,” kata Tamara saat ditemui Jawa Pos pada Selasa (19/12).
Vonis kedua itu menjadi turning point Tamara. Dia ingin berdamai dengan Tuhan karena tak mau meninggalkan dunia sebagai pribadi yang jauh dari penciptanya. "Saya bilang, ’Tuhan kita baikan, ya.’ Nah, ternyata pas dijalani sampai hari ini saya nggak checkout,” lanjutnya.
Kini, Tamara punya hidup baru. Kehidupannya sekarang bertolak belakang dengan yang lalu. Tak ada lagi Tamara Gadis Disko. Dia meninggalkan gemerlap duniawi dan bahkan menarik diri dari jagat entertainment. "Dan itu rasanya luar biasa nikmat,” ungkapnya.
DISELAMATKAN: Tamara Geraldine di antara jemaat melantunkan pujian kepada Tuhan dengan penuh sukacita.
Selama 15 tahun, Tamara berusaha selalu memenangkan Tuhan dalam hidupnya. "Jaga pikiran, lidah, dan tindakan,” sambungnya.
Perubahan itu kian nyata setelah Tamara mendedikasikan hidupnya untuk melayani Tuhan. "Saya aja nggak ngerti. Orang-orang bilang saya hamba Tuhan. Tapi, saya nggak pernah bercita-cita (jadi pengkhotbah, Red) sama sekali,” ucapnya.
Bintang film Mendarat Darurat itu merasa tidak layak disebut hamba Tuhan karena punya segudang masa lalu yang kelam. "Membawakan firman Tuhan itu buat saya adalah kemuliaan, suatu kehormatan. Sedangkan saya ini kan mantan pendosa berat, penjahat,” katanya.
Sekitar 24 tahun silam, Tamara pernah dengan sengaja menghindari Tuhan. ’Tahun 1999 saya pernah dinubuatkan jadi hamba Tuhan oleh seorang pendeta. Tapi saya nggak mau, saya lari, kabur jadi gadis disko. Karena nggak pernah punya cita-cita menjadi seperti ini,” kenangnya.
Namun, Tuhan selalu punya cara untuk merangkul anak-anaknya. “Ya, Tuhan tarik paksa saya lewat penyakit dan saya diproses sama Tuhan sampai akhirnya beneran jadi pendeta,” ucap Tamara.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
