Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 00.46 WIB

Korban Selamat Erupsi Gunung Marapi: Ma, Tolong Ife, Begini Kondisi Ife Sekarang

BELASUNGKAWA: Direktur PNP Surfa Yondri (kanan) melayat ke rumah almarhum Muhammad Teguh Amanda di Asam Pulau, Lubuk Alung, Pariaman, Selasa (5/12). - Image

BELASUNGKAWA: Direktur PNP Surfa Yondri (kanan) melayat ke rumah almarhum Muhammad Teguh Amanda di Asam Pulau, Lubuk Alung, Pariaman, Selasa (5/12).

Novita Intan Sari ikut rombongan sang anak, Wahlul Ade Putra, mendaki ke Gunung Marapi bersama kawan-kawannya di Politeknik Negeri Padang. Zhafirah Zahrim Febrina, salah seorang korban selamat, tak hanya mengalami luka bakar, tapi sangat mungkin juga trauma berat.

DENGAN wajah terluka bakar dan rambut yang dirimbuni abu letusan, Zhafirah Zahrim Febrina mengirimkan pesan video kepada mamanya.

”Ma, tolong Ife (sapaan akrab Zhafirah). Begini kondisi Ife sekarang,” katanya dalam video yang ditunjukkan sang ibu, Rani Radelani.

Campur aduk perasaan Rani melihat kondisi sang putri yang berusia 19 tahun tersebut. Terkejut dan sedih, tetapi sekaligus bersyukur. Bersyukur karena setidaknya Ife, 1 di antara 75 pendaki yang terjebak saat Gunung Marapi meletus pada Minggu (3/12), masih bisa dievakuasi dengan selamat.

Sebanyak 22 pendaki gunung di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, tersebut tak seberuntung itu. Mereka ditemukan tim penolong dalam kondisi sudah tak bernyawa.

”Ini sungguh keajaiban. Bersyukur sekali kepada Allah bahwa Ife selamat,” ujar Rani tentang putrinya yang dirujuk dari RSUD dr Achmad Mochtar, Kota Bukittinggi, ke RSUP dr M. Djamil, Kota Padang, tersebut kepada AFP Senin (4/12).

Tak seperti Rani, Tegar Meliga masih cemas menanti kepastian nasib dua kerabatnya, Novita Intan Sari dan Wahlul Ade Putra. Dua warga Padang, Sumatera Barat, itu merupakan ibu dan anak.

”Sampai sekarang, kami sekeluarga menunggu informasi dari pihak berwenang. Sebab, sampai sekarang belum ada kabar mereka ditemukan,” ujar Tegar kepada Padang Ekspres kemarin (5/12) sore.

Tegar mengakui, keluarga besar tak mengetahui persis kapan Novi dan Ade berangkat mendaki. Yang pasti, ini bukan pengalaman pertama keduanya naik gunung. ”Namun, yang jelas, di setiap perjalanan Ibu Novi selalu membuat postingan melalui WhatsApp-nya saat makan bersama,” jelasnya.

Selain itu, Novi selalu mengabadikan momen pendakiannya di setiap pos peristirahatan. ”Kami berharap mereka berdua ditemukan selamat. Kami terus menunggu kabarnya,” tutur Tegar.

Reyhani, salah seorang mahasiswi UNP, yang mendaki Marapi dan belum jelas kabarnya sampai kemarin.

Ife dan Ade sama-sama mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP). Sedikitnya 14 mahasiswa dari kampus tersebut ikut menjadi korban erupsi Marapi. Hingga kemarin sekitar pukul 17.00 WIB, di antara 14 orang tersebut, baru ditemukan 8 orang.

Direktur PNP Surfa Yondri membeberkan, dari delapan yang sudah ditemukan dan dievakuasi itu, dua korban di antaranya meninggal, empat orang sedang dirawat, dan dua lainnya sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Yondri menjelaskan, dari informasi yang diterimanya, rombongan mahasiswa PNP yang mendaki Marapi terdiri atas 18 orang. Namun, yang merupakan mahasiswa hanya 14 orang.

”Kegiatan tidak dalam rangka apa pun, hanya kehendak dan rencana para mahasiswa secara bersama-sama ingin pergi mendaki,” ujarnya kepada Padang Ekspres.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore