
PERTAHANKAN BUDAYA: Penari Sanggar Omah Ndhuwur membawakan teatrikal nggiring celeng pada puncak acara Mbangunrejo Art Festival di Dupak Bangunrejo, Sabtu (25/11).
Sudah tujuh tahun, Mbangunrejo Art Festival berlangsung. Event yang diadakan warga Dupak Bangunrejo itu untuk melestarikan budaya. Sekaligus wadah untuk menyalurkan kreativitas anak.
NADIA ANNASTASIA NINGRUM, Surabaya
WARGA antusias memadati Jalan Dupak Bangunrejo. Mereka ingin menonton puncak acara Mbangunrejo Art Festival yang berlangsung Sabtu (25/11) lalu. Pergelaran yang berlangsung sejak 16 November lalu itu dimeriahkan dengan pameran karya para murid Sanggar Omah Ndhuwur selaku penyelenggara festival tersebut.
Karya tersebut merupakan hasil dari siswa kelas kecil. Kelas yang diadakan setelah latihan menari pada minggu kedua dan ketiga setiap bulan. Namanya kelas kecil, kelas ini hanya memberikan ruang kepada para siswa TK hingga SD. Mereka belajar membuat kerajinan dari barang bekas, wayang kertas, dan mewarnai.
’’Untuk wayangnya, mereka buat sendiri ceritanya. Dibebaskan sambil mengasah kreativitas mereka dalam mengarang cerita,’’ kata pengajar kelas kecil Sanggar Seni Omah Dhuwur Dewi Nur Rofiah. Pameran tersebut terpusat di balai RW 05 Kelurahan Dupak.
Pada pukul 15.00, puncak acara Mbangunrejo Art Festival ditandai dengan tari remo massal yang dibawakan 120 penari cilik. ’’Tari remo Gagrak Anyar yang ditampilkan,’’ ucap Kepala Program Sanggar Omah Ndhuwur Abdoel Semut.
Penonton berfokus pada kekompakan para penari. Mulai lambaian tangan hingga gerakan kaki. Dilanjutkan kirab budaya. ’’Kami juga mengajak kampung budaya di Surabaya untuk ikut serta,’’ kata pria yang akrab disapa Kang Semut itu.
Kirab budaya tersebut dimeriahkan oleh barongsai dari Tambak Bayan hingga paling akhir barongan. ’’Kami juga tampilkan teatrikal dengan konsep nggiring celeng,’’ ucapnya. Kirab itu tidak menggunakan rute yang jauh, hanya mengitari Kampung Dupak Bangunrejo.
Teatrikal nggiring celeng tersebut juga menggunakan bahasa Kawi. Itu salah satu wujud usaha mempertahankan budaya.
Sebagai bentuk nasionalisme, semua orang yang berada di Jalan Dupak Bangunrejo diajak berpartisipasi dalam membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 100 meter. ’’Lalu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri,’’ jelas Kang semut.
Kemudian, dilanjutkan doa dan makan bersama. ’’Sekalian ngeruwat atau resik-resik (bersih-bersih, Red) kampung,’’ lanjutnya. Ada 500 nasi bungkus yang disediakan untuk siapa pun yang hadir.
Kang Semut mengatakan, kirab budaya itu berlangsung sejak 2016. Diprakarsai oleh pendiri Yayasan Kebudayaan Djatidjoyodiningrat Nusantara Sofi Djoyo Kesumo, yang saat itu juga menjabat ketua RT 05, RW 05 Kelurahan Dupak. ’’Pasti ada pro dan kontranya,’’ ucap Sofi.
Usahanya mempertahankan budaya juga dibenturkan dengan nilai-nilai agama yang dianggap beberapa warga bertentangan. Namun, dia pantang mundur sehingga terus berusaha melakukan sosialisasi. Anggapan itu mulai memudar meskipun saat ini masih ada.
Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Surabaya Syaiful Bachri turut menghadiri Mbangunrejo Art Festival. ’’Ini jadi wadah menyalurkan kreativitas anak-anak,’’ ucapnya.
Menurut dia, kondisi generasi muda saat ini sudah defisit sopan santun dan budi pekerti. Pendekatan melalui budaya merupakan hal yang tepat. ’’Budaya Jawa, lewat depan orang tua menunduk. Tapi, sekarang sudah jarang anak-anak melakukan hal itu,’’ katanya. (*/c6/ai)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
