Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Oktober 2023 | 22.00 WIB

Sudah Helat Dua Kejurnas, Perlasi Berencana Gelar Kejuaraan Dunia

BERBURU PRESTASI: Salah satu tim layangan asal Jakarta yang tampil dalam kejurnas di Lapangan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara (18/). Mereka juga mendukung layangan menjadi cabor di bawah KONI. - Image

BERBURU PRESTASI: Salah satu tim layangan asal Jakarta yang tampil dalam kejurnas di Lapangan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara (18/). Mereka juga mendukung layangan menjadi cabor di bawah KONI.

Keseriusan Perlasi Menjadikan Layangan Olahraga Prestasi

Meski ada FORMI, Perlasi lebih memilih membidik jadi anggota KONI seperti halnya sepak bola, bola voli, atau badminton. Targetnya pada PON 2028 jadi cabor ekshibisi.

RIZKY AHMAD FAUZI, Jakarta

---

TARIK…tarik…tarik! Seorang peserta berteriak kencang untuk memberikan aba-aba. Sebuah layangan pun mulai mengudara di atas Lapangan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Tapi, ia tak sendirian. Ada ratusan layangan lain yang juga diterbangkan untuk saling berebut gelar.

Layangan memang selama ini lebih identik sebagai permainan tradisional. Tapi, ajang pada 18–20 Agustus lalu itu tak main-main: Kejuaraan Nasional Persatuan Layangan Aduan Seluruh Indonesia (Perlasi) 2023.

Ada 256 peserta dari 18 pengurus provinsi (pengprov) yang ambil bagian di acara bertema Layangan Aduan Menuju Olahraga Prestasi tersebut. Ya, inilah salah satu ikhtiar Perlasi untuk melangkah lebih jauh dengan menjadikan layangan aduan sebagai cabang olahraga (cabor) prestasi.

Meski ada Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Perlasi membidik menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Tak ubahnya sepak bola, bulu tangkis, bola voli, dan berbagai cabor populer lain.

’’Jadi, saya ingin layangan aduan ini lebih dihargai. Tidak sekadar budaya, rekreasi, dan hiburan,’’ beber Ketua Perlasi Essa Muhammad kepada Jawa Pos.

Menurut dia, layangan aduan lebih olahraga ketimbang beberapa cabor yang sudah tergabung di dalam KONI. Contohnya, e-sport. Sebab, bermain layangan aduan lebih banyak mengeluarkan keringat karena dilakukan di luar ruangan.

’’Dari pergerakannya, larinya butuh fisik, energi, taktik. Itu semua lebih olahraga kan,’’ ucapnya.

Selain itu, Essa mengaku sudah bertanya kepada banyak orang tua di beberapa wilayah di Indonesia. ’’Saya tanya kepada orang tua, lebih baik anaknya main layangan atau main gadget, semuanya lebih pilih main layangan,’’ sebutnya.

Sejak dibentuk pada 2020, Perlasi memiliki 18 pengprov. Untuk diketahui, syarat utama bisa masuk KONI adalah memiliki setengah dari total provinsi. KONI sekarang punya 38 KONI daerah, tapi dua belum dikukuhkan.

Selain itu, sudah terhelat dua edisi kejurnas, tahun ini dijuarai Jawa Timur. Perlasi juga menargetkan bisa menggelar kejuaraan dunia di tanah air.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore