
TUNJUKKAN MEDALI: Aldrich Bryan Calvin Lee menunjukkan beragam penghargaan yang dia peroleh dari mengikuti kompetisi. Total 80 medali yang dia peroleh.
Figur sang ayah membuat Aldrich Bryan Calvin Lee terus bersemangat mengikuti perlombaan. Beragam kompetisi sudah dia taklukkan. Atas torehan prestasi tersebut, Calvin menerima beasiswa dari pemerintah Singapura.
NADIA ANNASTASIA NINGRUM, Surabaya
SEJAK duduk di bangku SD, Aldrich Bryan Calvin Lee tertarik mengikuti kompetisi. Beragam perlombaan dia ikuti. Mulai lomba matematika, sains, hingga debat bahasa Inggris. Total, remaja 14 tahun itu telah mengoleksi 80 medali.
Minat Calvin mengikuti kompetisi tersebut begitu tinggi karena ayahnya. Sejak usia 15 tahun, ayah Calvin bersekolah di luar negeri dan mampu menjadi ketua OSIS di Korea Selatan.
Siswa kelas IX SMP Xin Zhong itu mengakui ayahnya merupakan sumber inspirasinya. ”Harus punya tujuan. Tujuan jangka pendek dan jangka panjang,” ujarnya.
Saat kelas II SD, Calvin mengikuti lomba. Awalnya dia ikut temannya dalam lomba sains. Pada kompetisi itu, Calvin mampu duduk di peringkat kedua.
Saat naik kelas III, dia ikut lomba matematika. Dari lomba tersebut, Calvin mulai menyukai matematika. ”Jadi mikir, oh kayaknya saya suka matematika,” ucap Calvin.
Pandemi Covid-19 sempat menurunkan semangat Calvin mengikuti perlombaan. Sebab, seluruh kegiatan, termasuk lomba, digelar secara daring untuk mencegah persebaran virus korona. Pada saat semangatnya turun, dia mendapat dorongan dari keluarga dan sekolah.
Setelah pandemi berakhir, Calvin mulai mengikuti lomba bahasa Inggris dan penelitian. Sejak kelas V SD, setiap ada kompetisi bahasa Inggris dan penelitian, dia tidak pernah absen.
”Awalnya karena ditawari guru, terus kayak kenapa nggak. Saya coba ikut,” ucapnya. Sedangkan lomba matematika dan sains sudah jarang dia ikuti. Terakhir saat kelas VII SMP.
Beberapa bulan terakhir, Calvin bersama dua temannya mengikuti lomba debat bahasa Inggris di Bangkok, Thailand. Dalam ajang The World Scholar’s Cup itu, ketiganya bersaing dengan 3.500 peserta dari 40 negara.
Mereka mampu duduk di urutan 15 besar dan membawa pulang piala penghargaan top 15. Selain itu, ketiganya meraih peringkat III lomba peneliti belia tingkat Jatim dan juara II untuk lomba peneliti pelajar Surabaya, yang mana lomba itu masuk rekor Muri karena diikuti 1.001 peneliti belia.
’’Saat ini juga lagi ikut lomba penelitian dan masih berjalan,” terang Calvin.
Calvin tak asal mengikuti lomba. Dia juga mempertimbangkan eksistensi lomba tersebut. ”Karena kan ikut lomba juga salah satu tujuannya untuk portofolio,” katanya.
Hingga saat ini, sudah ada 80 lebih medali yang dia dapatkan dari berbagai macam lomba. Mulai medali perunggu, perak, hingga emas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
