Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Agustus 2023 | 18.52 WIB

Ahli Transportasi Publik ITS: LRT Jabodebek Didesain Lebih Ringan, Cepat, dan Hemat Lahan

INOVASI DESAIN: Agus Windharto menunjukkan beberapa prototipe karyanya dalam bidang transportasi di Studio Creative Center ITS, Surabaya, kemarin. - Image

INOVASI DESAIN: Agus Windharto menunjukkan beberapa prototipe karyanya dalam bidang transportasi di Studio Creative Center ITS, Surabaya, kemarin.

Agus Windharto melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni ITS dalam merancang desain LRT Jabodebek.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

---

SUASANA Studio Creative Center Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, terlihat sibuk kemarin (28/8). Di dalamnya, dipenuhi anak muda kreatif yang tengah merancang desain inovasi transportasi publik.

Beberapa prototipe hasil karya inovasi desain mereka pun terpajang rapi di dalam studio tersebut. Mulai dari KRL Palembang, kereta cepat, sepeda motor GESITS keluaran terbaru.

Ya, mereka adalah tim yang bekerja di bawah bimbingan Dr Agus Windharto DEA, dosen Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS. Agus sendiri dipercaya menjadi ketua Design and Engineering Team untuk bagian interior dan eksterior LRT Jabodebek yang baru saja diluncurkan kemarin.

Desain LRT Jabodebek adalah salah satu karya terbaik dari tim Studio Creative Center ITS. Sebelumnya, Agus bersama tim juga telah membantu PT INKA merancang desain LRT Palembang pada 2017–2018 melalui program riset dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Kemudian, dilanjutkan membuat desain LRT Jabodebek pada 2018–2020. Hingga akhirnya, karya inovasi desain LRT Jabodebek diproduksi oleh PT INKA.

“Saya melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni dalam merancang desain LRT Jabodebek ini,” kata Agus saat ditemui Jawa Pos di Studio Creative Center ITS kemarin.

Direktur Pusat Desain ITS itu menuturkan, masalah yang dihadapi Jakarta saat ini sangat kompleks. Setidaknya ada lima permasalahan yang harus diatasi di Jakarta. Di antaranya, traffic congestion, pollution, inefficiency and unproductivity, city layout, dan safety and comfort. Masalah kemacetan yang belum terurai membuat banyak orang harus menghabiskan waktu 2-3 jam di jalan. Hal itu membuat produktivitas manusia menurun hingga terjadi ketidakefisienan.

”Belum lagi masalah polusi yang saat ini tengah ramai dan transportasi publik yang selalu padat di saat jam pulang kerja dan tingkat keamanan,” ujarnya.

Itu sebabnya, LRT menjadi solusi dari lima masalah kompleks tersebut. Setidaknya, dengan adanya LRT, orang tidak menggunakan mobil pribadi. Di Jakarta sendiri, sudah ada mass rapid transportation (MRT). Selain itu juga ada KRL Commuter, Trans Jakarta, Minitrans, mikrotrans, JR Connexion dan kemudian ada LRT Jakpro dan LRT Jabodebek.

”Tanpa LRT, transportasi Jakarta kurang support untuk mengatasi kelima masalah tersebut,” kata lulusan doktoral di Universite de Tchnologie De Compiegne (UTC) Prancis itu.

Agus menyebutkan, LRT Jabodebek sendiri memiliki rute existing di tiga jalur baru. Yakni, Dukuh Atas-Cawang 11,05 kilometer, Cawang-Bekasi 18,5 kilometer dan Cawang-Cibubur 17,6 kilometer. Kemudian, rute extension LRT Jabodebek adalah Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Palmerah-Grogol, dan Bekasi Timur-Cikarang.

”Jalan tersebut merupakan paling macet. Untuk mendesain LRT kami harus mempelajari aspek makro,” kata dia.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore