BENTUK APRESIASI: Jokowi saat menjalani pengukuran untuk baju yang dipesan di SMKN 4 Kota Jambi (16/5).
Keinginan bertemu dengan presiden di Jakarta disampaikan para siswi saat membungkus baju pesanan yang diambil Paspampres. Bermula dari kunjungan mendadak Jokowi ke SMKN 4 Kota Jambi.
ANDRI B. AVOLDA, Kota Jambi, ZALZILATUL HIKMIA, Jakarta
---
BAHKAN, dalam mimpi terliarnya pun Ayu Wulandari tak pernah membayangkan bakal bisa menginjakkan kaki di Istana Merdeka.
Dari Kota Jambi, tempatnya bermukim, Jakarta terasa demikian jauh di luar jangkauan.
Namun, berkat tangan terampilnya, bersama ketiga kawan sekolah di SMKN 4 Kota Jambi, yang telah menghasilkan dua kemeja putih serta sepasang batik untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, yang tak terbayangkan itu pun terwujud kemarin (17/8).
Ayu bersama Zea Abadia, Sunia Ariska, Zaqia Cahaya Camila, dan didampingi Kepala SMKN 4 Kota Jambi Asmiati hadir memenuhi undangan peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia (RI) di Istana Merdeka. ”Tetangga kami di rumah sampai mengira kami bohong bahwa kami diundang presiden untuk upacara bendera,” ucap Nia, sapaan akrab Sunia Ariska.
Semua bermula dari mampirnya Jokowi ke sekolah empat siswi yang kini duduk di kelas XII jurusan busana tersebut pada 16 Mei lalu. Sebuah kunjungan di luar agenda yang sampai membuat Asmiati tak sempat menyiapkan sambutan khusus dari para pelajar di sekolah yang dipimpinnya.
Jokowi berkeliling meninjau ruang praktik dan sejumlah ruangan lain. Ketika bertemu dengan para siswi jurusan busana yang praktik menjahit, mantan gubernur Jakarta itu langsung bertanya apakah bisa memesan kemeja.
”Para siswi sempat grogi ketika ditanya Pak Presiden demikian, tapi kemudian saya berusaha menenangkan dan mengingatkan bahwa mereka punya kemampuan. Setelah agak tenang, baru mereka mulai mengukur dan mencatat ukuran baju Pak Presiden,” kata Asmiati.
Untuk baju yang dipesan, Jokowi menyerahkan uang Rp 10 juta sebagai biaya pembuatan. Asmiati pun langsung membentuk tim kecil untuk menuntaskan pesanan dari kepala negara tersebut. Keempat siswi tadi dipilih berkat keterampilan serta pengalaman magang di tempat jahit.
Bahan baju pun dipilihkan yang terbaik dari toko bahan baju di Jambi. Sesuai dengan prosedur, tiga anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) turut mengawasi selama seminggu pembuatan.
”Seminggu Paspampres mengawasi kami agar pembuatan bajunya aman,” jelas Asmiati kepada Jambi Ekspres yang menemuinya di Kota Jambi sekitar dua pekan sebelum ke Jakarta (1/8).
Total waktu pengerjaan baju sekitar dua minggu. ”Kami berikan yang terbaik. Anak-anak juga sampai begadang menyelesaikan pesanan spesial ini,” ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
