Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Desember 2018 | 15.58 WIB

Komunitas Ini Bisa Jadi Rumah Kedua Pecinta Reptil

Ilustrasi ular menjadi salah satu reptil yang disukai banyak orang - Image

Ilustrasi ular menjadi salah satu reptil yang disukai banyak orang

JawaPos.com - Indonesia dikenal dengan kekayaan alamnya yang indah termasuk keaneragaman flora dan faunanya. Namun, tidak semua bisa ”akrab” dengan kekayaan alam itu, seperti hewan reptil. Contohnya, ular. Tidak sedikit yang takut dengan hewan berbisa itu. Bahkan, ada kecenderungan ingin membunuhnya ketika bertemu di alam liar.


Hal yang sama dengan hewan reptil lainnya, seperti buaya dan berbagai hewan lainnya. Maklum, berbagai hewan reptil ini memang tidak ramah untuk dipelihara. Butuh cara khusus.


Menjawab kebutuhan itu, Paguyuban Reptil Keeper Jogjakarta (RKJ) yang concern seputar dunia reptil didirikan pada 2016.


Prasetya, pembina Paguyuban mengatakan, komunitasnya menjadi wadah bagi pecinta hewan reptil. Anggotanya yang berjumlah ratusan orang selalu menyisihkan waktu dalam periode tertentu untuk berbagi pengalaman tentang hewan reptil.


”Kami juga selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” jelas Prasetya seperti dikutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), Minggu (3/11).


Sosialisasi itu, kata Prasetya, tentang seluk-beluk reptil. Terutama, ular. Seperti cara penanganan gigitan ular. ”Edukasi biasanya di desa atau sekolah,” lanjutnya.


Yang menarik, RKJ juga membuka layanan penangkapan ular. Menurutnya, layanan ini bertujuan agar masyarakat tidak membunuhnya. Anggota RKJ bakal datang ke lokasi jika ada laporan masyarakat. Untuk menangkap ular.


Kendati sering bersinggungan dengan ular, Prasetya menyebutkan  RKJ juga wadah bagi pecinta berbagai jenis reptile. Mulai kura-kura, iguana, hingga buaya.


Uke Andre, seorang anggota RKJ mengaku semula takut dengan ular. Dia mulai berani mengenal lebih dekat dengan ular belum lama. Persisnya sejak Juni 2018. Setelah melihat seorang anak mengalami kelumpuhan karena digigit ular. ”Dengan ikut berbagung komunitas,” tuturnya.


Uke punya misi khusus di RKJ. Dia ingin memberikan edukasi kepada masyarakat seputar ular. Targetnya, agar anak-anak tidak mengetahui ular cukup melalui gambar.


”Juga ingin mengubah paradigma masyarakat soal ular,” kata Uke berharap masyarakat tidak perlu lagi takut dengan hewan melata itu.


Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pendidikan Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi FKH UGM Slamet Raharjo berpendapat reptil cocok sebagai peliharaan. Khususnya, bagi kaum urban. Sebab, reptil memiliki kelebihan dibanding hewan peliharaan lain. Seperti anjing, kucing, atau burung.


Apa kelebihannya? Menurutnya, reptil dapat dipelihara di ruangan terbuka.
Kalaupun membutuhkan kandang, luasnya tidak begitu memakan tempat. Kandang ular sepanjang tiga meter, misalnya. Hanya butuh tempat berukuran 1 X 0,5 X 0,5 meter.


Kelebihan lainnya adalah reptil tidak ”berisik”. Berbeda dengan kucing, burung, apalagi anjing. Asupan reptil juga tidak begitu banyak, sehingga biaya perawatannya murah.
”Kandang juga tak perlu dibersihan setiap hari,” tambahnya.


Dia tak menampik ada beberapa penyakit reptil yang dapat menular. Namun, kasus penularan itu sangat jarang. Lantaran ular berdarah dingin. Sedangkan manusia berdarah panas. Kendati begitu, dia mewanti-wanti agar pemilik reptil menjauhkannya dari jangkauan anak-anak. Sebab, sistem kekebalan balita masih lemah. ”Sehingga berpotensi mudah tertular,” ingatnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore