
Ilustrasi ular menjadi salah satu reptil yang disukai banyak orang
JawaPos.com - Indonesia dikenal dengan kekayaan alamnya yang indah termasuk keaneragaman flora dan faunanya. Namun, tidak semua bisa ”akrab” dengan kekayaan alam itu, seperti hewan reptil. Contohnya, ular. Tidak sedikit yang takut dengan hewan berbisa itu. Bahkan, ada kecenderungan ingin membunuhnya ketika bertemu di alam liar.
Hal yang sama dengan hewan reptil lainnya, seperti buaya dan berbagai hewan lainnya. Maklum, berbagai hewan reptil ini memang tidak ramah untuk dipelihara. Butuh cara khusus.
Menjawab kebutuhan itu, Paguyuban Reptil Keeper Jogjakarta (RKJ) yang concern seputar dunia reptil didirikan pada 2016.
Prasetya, pembina Paguyuban mengatakan, komunitasnya menjadi wadah bagi pecinta hewan reptil. Anggotanya yang berjumlah ratusan orang selalu menyisihkan waktu dalam periode tertentu untuk berbagi pengalaman tentang hewan reptil.
”Kami juga selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” jelas Prasetya seperti dikutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), Minggu (3/11).
Sosialisasi itu, kata Prasetya, tentang seluk-beluk reptil. Terutama, ular. Seperti cara penanganan gigitan ular. ”Edukasi biasanya di desa atau sekolah,” lanjutnya.
Yang menarik, RKJ juga membuka layanan penangkapan ular. Menurutnya, layanan ini bertujuan agar masyarakat tidak membunuhnya. Anggota RKJ bakal datang ke lokasi jika ada laporan masyarakat. Untuk menangkap ular.
Kendati sering bersinggungan dengan ular, Prasetya menyebutkan RKJ juga wadah bagi pecinta berbagai jenis reptile. Mulai kura-kura, iguana, hingga buaya.
Uke Andre, seorang anggota RKJ mengaku semula takut dengan ular. Dia mulai berani mengenal lebih dekat dengan ular belum lama. Persisnya sejak Juni 2018. Setelah melihat seorang anak mengalami kelumpuhan karena digigit ular. ”Dengan ikut berbagung komunitas,” tuturnya.
Uke punya misi khusus di RKJ. Dia ingin memberikan edukasi kepada masyarakat seputar ular. Targetnya, agar anak-anak tidak mengetahui ular cukup melalui gambar.
”Juga ingin mengubah paradigma masyarakat soal ular,” kata Uke berharap masyarakat tidak perlu lagi takut dengan hewan melata itu.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pendidikan Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi FKH UGM Slamet Raharjo berpendapat reptil cocok sebagai peliharaan. Khususnya, bagi kaum urban. Sebab, reptil memiliki kelebihan dibanding hewan peliharaan lain. Seperti anjing, kucing, atau burung.
Apa kelebihannya? Menurutnya, reptil dapat dipelihara di ruangan terbuka.
Kalaupun membutuhkan kandang, luasnya tidak begitu memakan tempat. Kandang ular sepanjang tiga meter, misalnya. Hanya butuh tempat berukuran 1 X 0,5 X 0,5 meter.
Kelebihan lainnya adalah reptil tidak ”berisik”. Berbeda dengan kucing, burung, apalagi anjing. Asupan reptil juga tidak begitu banyak, sehingga biaya perawatannya murah.
”Kandang juga tak perlu dibersihan setiap hari,” tambahnya.
Dia tak menampik ada beberapa penyakit reptil yang dapat menular. Namun, kasus penularan itu sangat jarang. Lantaran ular berdarah dingin. Sedangkan manusia berdarah panas. Kendati begitu, dia mewanti-wanti agar pemilik reptil menjauhkannya dari jangkauan anak-anak. Sebab, sistem kekebalan balita masih lemah. ”Sehingga berpotensi mudah tertular,” ingatnya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
