
Santosa Amin sedang melukis di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Terpanggil melihat banyak orang tidak mampu terjerat hukum, Santosa Amin menyumbangkan sebagian hasil penjualan lukisan kepada LBH Jakarta. Karyanya jadi punya nilai tambah berkat perannya sebagai "peniup roh" Suneo dan SpongeBob.
DRIAN BINTANG SURYANTO, Jakarta
---
ADA tiga ikan di kanvas itu. Santosa Amin terus menyapukan warna. Hanya sesekali berhenti untuk mengganti kelir. Dari biru ke hitam dan sebaliknya.
"Tidak ada jenisnya, ya cuma ikan yang kelihatan tulang belulangnya," ucapnya kepada Jawa Pos saat jeda sejenak dari depan kanvas.
Lukisan itu memang belum selesai. Santosa juga belum tahu akan menamainya apa.
Tapi, di kamar tempat dia melukis pada Selasa siang lalu (19/2), ada sejumlah lukisan karyanya yang lain. Juga, berlembar-lembar kertas yang akan dijadikan naskah film.
Kamar di lantai 3 rumah yang berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, tersebut memang saksi bisu kemultitalentaan pria 44 tahun tersebut. Melukis, menulis naskah, hingga menjadi dubber alias pengisi suara.
Dialah sosok di balik karakter Suneo Honekawa di serial televisi Doraemon. Dia pula yang "meniupkan roh" SpongeBob dalam SpongeBob Squarepants.
Namun, jangan lantas menyamakannya dengan Suneo yang sombong, usil, dan suka mengganggu orang-orang di sekitar. Santosa malah sebaliknya. Dia justru peduli dengan kondisi sosial di sekelilingnya.
Sejak 2016 dia mengikutkan karyanya dalam lelang yang diadakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Sebagian hasil penjualan disumbangkan kepada organisasi penyelenggara.
Dia mengaku merasa terpanggil saat melihat banyak orang tidak mampu yang berhadapan dengan hukum. "Mereka (LBH) menghimpun dana untuk memfasilitasi teman-teman yang tidak mampu mendapatkan perlindungan hukum secara gratis. Nah, uangnya nanti akan digunakan sebagai biaya operasional mereka," jelas Santosa.
Dia masih ingat jelas karya pertama yang laku di lelang yang diadakan LBH Jakarta tiga tahun silam. Lukisan tersebut menggambarkan punggung seorang perempuan.
Lewat goresannya di kanvas itu, dia ingin menunjukkan kehebatan seorang perempuan. Bahwa, sekuat apa pun seorang pria memimpin, pasti ada andil dari seorang perempuan di kehidupan pria tersebut. "Lukisan itu laku Rp 20 juta," tuturnya.
Lelang 2016 adalah edisi pertama lelang yang diadakan LBH. Setahun berikutnya kegiatan tersebut tak diadakan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
