Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Februari 2019 | 23.27 WIB

Cara si 'Suneo' dan 'SpongeBob' Menunjukkan Kepedulian kepada Sesama

Santosa Amin sedang melukis di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. - Image

Santosa Amin sedang melukis di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.


Terpanggil melihat banyak orang tidak mampu terjerat hukum, Santosa Amin menyumbangkan sebagian hasil penjualan lukisan kepada LBH Jakarta. Karyanya jadi punya nilai tambah berkat perannya sebagai "peniup roh" Suneo dan SpongeBob.


DRIAN BINTANG SURYANTO, Jakarta


---


ADA tiga ikan di kanvas itu. Santosa Amin terus menyapukan warna. Hanya sesekali berhenti untuk mengganti kelir. Dari biru ke hitam dan sebaliknya.


"Tidak ada jenisnya, ya cuma ikan yang kelihatan tulang belulangnya," ucapnya kepada Jawa Pos saat jeda sejenak dari depan kanvas.


Lukisan itu memang belum selesai. Santosa juga belum tahu akan menamainya apa.


Tapi, di kamar tempat dia melukis pada Selasa siang lalu (19/2), ada sejumlah lukisan karyanya yang lain. Juga, berlembar-lembar kertas yang akan dijadikan naskah film.


Kamar di lantai 3 rumah yang berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, tersebut memang saksi bisu kemultitalentaan pria 44 tahun tersebut. Melukis, menulis naskah, hingga menjadi dubber alias pengisi suara.


Dialah sosok di balik karakter Suneo Honekawa di serial televisi Doraemon. Dia pula yang "meniupkan roh" SpongeBob dalam SpongeBob Squarepants.


Namun, jangan lantas menyamakannya dengan Suneo yang sombong, usil, dan suka mengganggu orang-orang di sekitar. Santosa malah sebaliknya. Dia justru peduli dengan kondisi sosial di sekelilingnya.


Sejak 2016 dia mengikutkan karyanya dalam lelang yang diadakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Sebagian hasil penjualan disumbangkan kepada organisasi penyelenggara.


Dia mengaku merasa terpanggil saat melihat banyak orang tidak mampu yang berhadapan dengan hukum. "Mereka (LBH) menghimpun dana untuk memfasilitasi teman-teman yang tidak mampu mendapatkan perlindungan hukum secara gratis. Nah, uangnya nanti akan digunakan sebagai biaya operasional mereka," jelas Santosa.


Dia masih ingat jelas karya pertama yang laku di lelang yang diadakan LBH Jakarta tiga tahun silam. Lukisan tersebut menggambarkan punggung seorang perempuan.


Lewat goresannya di kanvas itu, dia ingin menunjukkan kehebatan seorang perempuan. Bahwa, sekuat apa pun seorang pria memimpin, pasti ada andil dari seorang perempuan di kehidupan pria tersebut. "Lukisan itu laku Rp 20 juta," tuturnya.


Lelang 2016 adalah edisi pertama lelang yang diadakan LBH. Setahun berikutnya kegiatan tersebut tak diadakan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore