Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Desember 2015 | 08.24 WIB

Bagian 2: Yang Gagal Berpesta di Pilkada, Minta KPU Laksanakan Putusan PTTUN

Pemula :  Ami,Resvan, dan Caca memperlihatkan jari kelingking sebagai pertanda telah melakukan pencoblosan dalam pilkada serentak. - Image

Pemula : Ami,Resvan, dan Caca memperlihatkan jari kelingking sebagai pertanda telah melakukan pencoblosan dalam pilkada serentak.

JawaPos.com - Kalau di Manado yang tertunda pilwali, sedangkan pilgub jalan terus, di Sampit, ibu kota Kotawaringin Timur, sebaliknya. Pilbup di sana jalan terus, sedangkan pilgub tertunda.



Jadilah penundaan itu dimanfaatkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng Ujang Iskandar-Jawawi untuk "unjuk gigi".



Dilaporkan Kalteng Pos (Jawa Pos Group), mereka menyerahkan salinan putusan dari pengadilan tinggi tata usaha negara (PTTUN) yang mengabulkan seluruh gugatan.



"Alhamdulillah, salinan putusan sudah kami serahkan dan sudah diterima pihak KPU Provinsi Kalteng," kata Ujang.



Ujang-Jawawi pun mendesak KPU Provinsi Kalteng segera mengusulkan ke KPU RI agar melaksanakan hasil putusan.



Maksudnya, KPU RI tidak perlu melakukan upaya kasasi agar pilkada susulan bisa segera dilaksanakan.



Namun, Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay sudah memastikan pihaknya akan mengajukan kasasi untuk putusan Kalteng dan Fakfak. Dasarnya adalah diperbolehkannya mereka melakukan itu oleh para hakim PTUN.



Kapolres Palangka Raya AKBP Jukiman Situmorang meminta semua pihak menahan diri seraya menunggu putusan dari KPU RI. Karena itu, pihaknya tetap melarang adanya kampanye atau konvoi.



"Jika ditemukan, kami akan tindak," katanya.



Logistik untuk pilgub Kalteng, sebagaimana juga untuk pilbup Fakfak, pilwali Manado, pilbup Simalungun, dan pilwali Pematangsiantar, sudah ditarik. KPU Manado, misalnya, langsung memerintah jajarannya untuk menarik logistik yang sudah didistribusikan di 87 kelurahan.



Namun, KPU sudah memerintah organ di bawahnya yang bertanggung jawab atas lima pemilihan tertunda itu untuk tetap melakukan antisipasi dan persiapan.



Di Fakfak, Kapolres AKBP Muh. Yusuf menyatakan, untuk pilbub yang tertunda itu, pihaknya mengerahkan 500 personel ke­amanan di 17 distrik dan 222 TPS.



Setiap tujuh TPS dikendalikan satu perwira dan di-back up personel TNI.



Aparat saat ini juga terus meningkatkan patroli dengan memetakan lokasi tingkat kerawanan.



"Aparat sudah patroli dan sedang memilah rawan 1, rawan 2, dan rawan 3," kata Yusuf.

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore